Uncategorized
Antisipasi Banjir, Pemkab Gunungkidul Rencanakan Pengerukan Sejumlah Sungai
Wonosari, (pidjar.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tidak serta-merta melakukan pengerukan terhadap sungai yang kerap menyebabkan banjir. Sebelum normalisasi dilakukan, pemerintah terlebih dahulu memeriksa penyebab banjir di masing-masing alur sungai.
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Sigit Swastono, mengatakan tidak semua persoalan banjir disebabkan oleh pendangkalan sungai atau penumpukan sedimentasi. Karena itu, pengerukan hanya dilakukan pada sungai yang memang membutuhkan penanganan tersebut.
“Kalau banjirnya bukan karena sedimentasi, ya tidak kita keruk karena memang beda penanganan,” kata Sigit, Rabu (4/11/2026).
Tahun ini, Pemkab Gunungkidul memprioritaskan normalisasi di 10 titik alur sungai. Jumlah tersebut menyusut dari 22 titik yang sebelumnya diusulkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul.
Sigit menjelaskan, penentuan 10 lokasi tersebut dilakukan setelah DPUPRKP melakukan pemeriksaan atau asesmen terhadap kondisi masing-masing sungai. Setelah lokasi ditetapkan, pihaknya melakukan pemetaan dan menghitung volume sedimentasi sebagai dasar pelaksanaan pekerjaan.
Normalisasi tersebut dibagi menjadi dua paket pekerjaan. Paket pertama menyasar Sungai Besole dan Sungai Kepek. Sedangkan paket kedua mencakup delapan lokasi di luar Wonosari, yakni Sungai Wunung, Sungai Kamal, dua titik di Ngawu, Kalipadas, Beji, Daguran Kulon, dan Jurangjero di Kapanewon Ngawen.
Pengerukan nantinya dilakukan oleh pihak ketiga melalui mekanisme kontraktual dengan menggunakan alat berat.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, mengatakan usulan awal 22 titik normalisasi disusun berdasarkan pemetaan wilayah yang kerap mengalami banjir. Namun, keputusan akhir mengenai lokasi pengerukan berada pada hasil asesmen DPUPRKP.
“Ada sebanyak 22 titik yang kami usulkan untuk dicek oleh PU, tapi berdasarkan skala prioritas maka ditentukan ada 10 titik,” ujar Purwono.
Menurutnya, normalisasi diharapkan dapat memperlancar aliran air sungai sehingga potensi banjir di wilayah tersebut bisa ditekan.
Selain melalui normalisasi sungai, BPBD Gunungkidul juga melakukan upaya mitigasi dengan memasang sistem peringatan dini atau early warning system (EWS) banjir di sejumlah lokasi.
-
Uncategorized2 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized3 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized1 minggu yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized1 minggu yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
-
Uncategorized1 minggu yang laluManajer KDKMP Sudah Ditempatkan di Gunungkidul, Beberapa Kalurahan Belum Punya Gerai
-
Sosial2 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized2 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized4 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized2 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized1 minggu yang laluSerangan Binatang Liar Ancam Ternak di Wilayah Selatan Gunungkidul, Warga Diminta Waspada
