Pemerintahan
Antisipasi Tangkal Serangan Uret dan Ulat Grayak di Lahan Pertanian
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Memasuki musim hujan dan masa tanam petani, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul terus berupaya memastikan tanaman pertanian warga bebas dari ancaman serangan hama seperti uret dan ulat grayak. Antisipasi dilakukan agar produksi petani tetap terjaga. Salah satu langkah yang ditempuh ialah berkoordinasi dengan tiap kelompok tani dan memunculkan gerakan penangkapan induk uret.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono, menyampaikan, potensi ancaman hama saat musim hujan masih mengintai para petani. Berbagai upaya untuk mengantisipasi secara dini telah dilakukan oleh DPP Gunungkidul. Seperti adanya gerakan penangkapan puthul/induk uret yang dilaksanakan oleh Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) bersama-sama dengan petani.
“Kami berupaya jangan sampai muncul serangan hama di lahan petani,” ucap Raharjo, Selasa (09/11/2021).
Lebih lanjut ia menyampaikan, selama ini serangan uret masih menjadi momok utama bagi para petani. Namun dengan adanya antisipasi secara dini ini, diharapkan dapat meminimalisir gangguan hama uret ke wilayah pertanian warga. Pada musim tanam kali ini, sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan perihal gangguan hama uret di lahan pertanian warga.
“Belum ada laporan kerusakan, baru saja tanam dan bahkan ada yang baru proses tanam,” terang dia.

Dari catatannya, wilayah selatan Gunungkidul menjadi wilayah yang sering terjadi gangguan hama uret. Raharjo sendiri menghimbau kepada para petani agar berpartisipasi dengan gerakan suluh atau tangkap puthul. Selain itu, ia meminta jika ada genangan air di lahan pertanian maka dibiarkan dulu selama sehari. Hal ini akan mematikan uret dengan sistem tanggul seperti sawah.
“Daerah selatan itu wilayah endemi, yang perlu diwaspadai di Tepus, Rongkop, dan Girisubo. Jadi jika hujan membuat tanah basah, maka pupa uret berubah bentuk jadi puthul dan terbang kawin di udara. Nah sebelum meletakkan telur calon uret maka puthul-puthul tersebut sudah ditangkap para petani,” jelasnya.
Selain adanya ancaman uret, salah satu hama yang dapat merugikan petani ialah ulat grayak. Hama tersebut perlu diwaspadai khususnya saat awal musim penghujan seperti saat ini. Ulat grayak terkenal menyerang tanaman jagung dengan cara awal memakan daun tumbuhan. Kemudian pada serangan yang lebih tinggi dapat masuk hingga ke tongkol jagung. Dari hasil pemantauan yang dilaksanakan, belum ditemukannya serangan ulat grayak di lahan pertanian warga. Namun ia meminta petani tetap waspada dan mengantisipasi secara dini dengan cara yang ramah lingkungan untuk mengusir hama-hama tersebut.
“Hama ulat grayak telah dilakukan pengamatan bersama POPT dan kelompok tani di beberapa lokasi. Misalnya pemantauan di Semin melaporkan siang ini jika tanaman jagung masih aman,” tutup Raharjo.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized4 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized6 hari yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized6 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
