Connect with us

Sosial

Aulia, Ratu Dansa Belia Yang Jadi Jawara di Ajang-ajang Internasional

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dengan talenta yang dimilikinya, bukan tidak mungkin mimpi besar Aulia Febriana (16) warga Gadungsari RT 01 RW 02, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari akan terwujud untuk menjadi atlet dansa kaliber internasional. Di usianya yang masih sangat belia, gadis yang masih berstatus pelajar di sebuah SMK Negeri di Kecamatan Wonosari ini telah bergelimangan prestasi di cabang olahraga dansa. Tak hanya berlevel daerah maupun nasional saja, akan tetapi sejumlah event tingkat internasional juga telah diikuti oleh Aulia.

Bakat dan prestasi dari Aulia sendiri akan langsung terlihat ketika kita masuk ke dalam rumah sederhana yang dihuninya bersama dengan kedua orangtuanya, Supriyanto dan Suparyani. Tak terhitung jumlah piala serta piagam yang terpajang di dinding rumah tersebut.

Kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Aulia menceritakan bahwa piagam tersebut ia dapat dari sejumlah ajang baik di level daerah hingga internasional. Total telah ada sebanyak 21 medali emas serta puluhan medali perak dan perunggu yang ia raup dari sejumlah event. Sebanyak 10 medali emas ia raih dari event nasional, sementara yang mengagumkan 11 medali emas justru ia raih dari event internasional.

Berita Lainnya  FKI Laksanakan Sholat Idul Adha Satu Hari Lebih Cepat

“Kalau event internasional itu ada yang digelar di Indonesia ataupun luar negeri,” beber Aulia.

Dengan talenta yang memang sangat besar, prestasi bocah asli Gunungkidul itu memang telah diakui oleh dunia. Tak heran jika ia kemudian seringkali ditunjuk untuk mewakili Indonesia di berbagai ajang kompetisi dansa hingga ke manca negara. Ia sendiri telah terbiasa melanglang buana hingga Singapura serta Malaysia untuk membela panji-panji Indonesia di event berkelas.

Melihat prestasi yang sangat mentereng tersebut, semuanya pasti tak menyangka apabila karir cemerlang ini berawal dari kegiatan ekstra kokurikuler seni tari yang diikuti oleh Aulia ketika masih duduk di bangku SD. Dari situ, ia kemudian direkrut untuk bergabung dengan sebuah sanggar tari di wilayah Wonosari. Ini menjadi titik balik perjalanan karir Aulia yang kemudian semakin berkembang. Meski mahir menarikan sejumlah tari tradisional, akan tetapi bakat besarnya terlihat jelas ketika menarikan tari modern.

Berita Lainnya  Nekat Digelar, Hajatan Kerabat Wakil Ketua Satgas Covid Hargomulyo Dibubarkan Aparat

“Saya pertama kali ikut lomba waktu SD. Saat itu ikut Porkab Gunungkidul dan menarikan Latin America Dancesport dan langsung meraih medali emas,” ucap dia.

Emas perdana ini semakin membuat Aulia semakin giat berlatih. Di sela kesibukannya menuntut ilmu, jadwal latihan sebanyak 2 kali dalam seminggu terus ia lahap. Sejumlah event lain pun mulai diikutinya. Sama seperti kompetisi perdana yang ia ikuti, Aulia langsung bisa berprestasi di ajang-ajang tersebut.

Semakin berprestasi, semakin jauh pula niat Aulia untuk mengadu kemampuannya. Ia mulai rajin mengikuti perlombaan dansa dengan level yang semakin tinggi dan bahkan internasional.

“Saya masih ingin berprestasi lebih. Saya sadar kemampuan saya masih banyak yang kurang sehingga harus terus berlatih. Semoga semuanya lancar,” ucap dia.

Berita Lainnya  Selain RSUD Saptosari, Gunungkidul Bakal Segera Miliki 2 Rumah Sakit Plat Merah Lagi

Atas prestasinya tersebut, Aulia kini di usia belia tak lagi merepotkan orang tuanya yang hanya berprofesi sebagai buruh. Sejumlah beasiswa telah ia dapat sebagai jaminannya dalam menyelesaikan pendidikan. Meski begitu, atlet berprestasi ini masih gamang dalam menentukan masa depannya. Ia sadar bahwa menjadi atlet tidak kemudian menjamin masa depannya kelak sehingga menempuh studi yang lebih tinggi bisa menjadi opsi. Namun hingga saat ini ia masih terbentur masalah biaya jika ingin melanjutkan studinya hingga ke bangku kuliah. Di satu sisi ia tetap ingin melanjutkan studi, namun di sisi lain ia juga ingin membuka usaha dari hasil jerih payahnya ini lantaran tak mau merepotkan orang tuanya.

“Saya pengen nabung dan bikin butik sendiri, kebetulan jurusan saya kan tata busana,” katanya polos.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata3 minggu yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis1 bulan yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler