fbpx
Connect with us

Sosial

Rilis Single Leren Mletre Bersama Manut Mawon, Perajin Krat Telur Ini Bermimpi Rubah Nasib Hidupnya

Published

on

Playen,(pidjar.com)–Saat ini, khalayak tengah menggemari musik bergenre pop dangdut jawa. Alunan dangdut soft yang dipadu dengan lirik yang ciamik menjadi kekuatan utama genre musik ini. Sepeninggal sang maestro Didi Kempot, saat ini terus bermunculan penyanyi-panyanyi muda seperti Denny Cak Nan hingga Ndarboy Genk yang menggunakan konsep nyaris serupa.

Tak jarang, dengan semakin ngetrendnya musik jenis ini, menjadi acuan para penggemar untuk membuat karya-karya. Serbuan penyanyi atau grup musik bergenre dangdut jawa terus membanjiri sejumlah platform media sosial yang menjadi andalan pemasaran karya mereka.

Salah satu yang tengah naik daun di Gunungkidul adalah grup band dangdut Manut Mawon. Grup dangdut jawa yang berbasecamp di Kapanewon Playen ini karyanya sudah cukup diterima oleh khalayak musik, khususnya di Gunungkidul.

Kepada pidjar.com, vokalis Manut Mawon, Fajar Sidiq Permana menerangkan, grup musik yang digawanginya ini telah melakukan launching nama band sekaligus single lagu perdananya yang berjudul Wediombo sejak tahun 2020 lalu. Sejak saat itu, mereka terus eksis di blantika hiburan Gunungkdiul. Sejumlah acara pernikahan maupun acara pemuda di sejumlah tempat acapkali mengundang bandnya ini.

Menurut Fajar, selain membuat grupnya semakin dikenal, banjirnya tanggapan ini bisa membuat grupnya mengumpulkan dana kas untuk mengemas lagu baru. Namun malangnya, saat karirnya tengah menanjak, kemudian terjadi pandemi covid-19. Alhasil, terbatasnya kegiatan masyarakat membuat Manut Mawon pun ikut vakum.

“Karena memang tidak ada job, kami fokus latihan dan memproduksi karya lagu-lagu baru,” beber Fajar ketika ditemui di tempat kerjanya di Banaran 9, Kalurahan Banaran, Kapanewon Playen, Minggu (17/10/2021) kemarin.

Pekan ini, Manut Mawon resmi merilis single kedua mereka yang berjudul Leren Mletre. Pria yang sering disapa Gembul tersebut, mengatakan proses pembuatan single lagu ini memang membutuhkan waktu yang cukup lama. Personil yang tidak selalu siap karena tuntutan pekerjaan membuat proses produksi terhambat. Masing-masing personil sendiri memang sudah bekerja di perusahaan swasta yang berada di wilayah Yogyakarta.

“Alhamdulillah, kami dapat awal yang bagus. Baru 1 jam kita share di youtube, sudah ribuan yang menonton,” ujarnya.

Selain itu, yang membuat grup Manut Mawon kian yakin berkarya saat mendapat banyak komen positif dari para penggemarnya. Semua penggemar dan penonton video menyampaikan jika lirik yang dikemas menjadi lagu sangat masuk di hati dan gampang ditirukan. Dalam liriknya pun dibuat dengan bahasa merakyat atau sederhana.

“Membuat liriknya juga melihat kondisi nyata yang hampir sebagian besar orang pernah mengalami,” terang Gembul.

Lelaki kelahiran 1998 itupun bersama personil Manut Mawon akan selalu menciptakan lagu-lagu yang sebisa mungkin diterima penggemar. Setidaknya, ia memiliki harapan besar untuk bisa ikut mengisi panggung hiburan di Gunungkidul, bahkan nasional.

“Bersama tim, InsyaAllah kita bisa ikut andil meramaikan jagat hiburan musik dari Gunungkidul untuk Indonesia,” tegas Gembul.

Gembul tak memungkiri bahwa ia dan kawan-kawannya memiliki mimpi besar. Tak bisa dipungkiri, saat ini, musik hanyalah sebatas hobi. Ia dan kawan-kawan menyadari bahwa dengan kondisi perekonomian mereka, harus tetap memiliki pekerjaan utama guna mencari nafkah.

Gembul sendiri selain ahli dalam tarik suara, juga merupakan pemuda kreatif. Ia bekerja di home industri milik tetangganya. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dia bekerja sebagai pengrajin krat kotak telur. Di sela aktivitasnya dari pukul 08.00 sampai 16.00 WIB itu, ia masih sempat untuk menciptakan lagu Leren Mletre bersama rekan personilnya Rizki Adzurya.

“Ya mimpinya besok hobi ini bisa menjadi pekerjaan pokok yang bisa merubah nasib saya,” beber dia.

Salah satu fans Manut Mawon, Wayu Tri Prasetyo mengatakan jika sudah sejak tahun lalu mengikuti chanel youtube milik Manut Mawon. Ia melihat ada yang berbeda dari suara vokalis. Dengan lantunan lagu yang dinyanyikan, sangat menyentuh hati. Terlebih lirik lagu yang diciptakan merupakan rangkuman kisah yang sering dialami banyak orang.

“Suaranya khas lembut, merdu dan sangat masuk ke hati. Iringan musiknya juga diracik sesuai dengan lirik,” kata dia diamini beberapa fans lainnya.

Tak sampai disini, Wahyu juga sudah mengetahui para personil dari Manut Mawon. Terkhusus vokalis yang apa adanya dan tidak malu untuk melakukan aktivitas layaknya hidup di desa. Padahal dilihat dari ketenaran Manut Mawon yang boming di kancah permusikan.

“Vokalisnya itu ya ngerumput, kerja bakti hingga sambatan (gotong royong)” tutupnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler