fbpx
Connect with us

Uncategorized

Awas, Penipuan Modus Prostitusi Online Marak di Gunungkidul

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Munculnya aplikasi pesan singkat di smartphone ternyata memunculkan permasalahan di tengah masyarakat. Misalnya saja aplikasi Mi Chat. Pada aplikasi ini, seseorang bisa menambahkan pengguna sebagai teman hanya berdasarkan jarak.

Beberapa pengguna bahkan di dalam biodatanya merupakan perempuan, dengan foto profil yang sedikit sexy dan juga tertulis open booking online. Tak sedikit pengguna yang terpesona dengan mudahnya praktik prostitusi online di Wonosari. Namun siapa sangka, ternyata ini merupakan modus penipuan baru.

Adalah Han, warga Kapanewon Wonosari. Ia awalnya hanya iseng menginstal aplikasi pesan singkat Mi Chat. Pria yang baru saja lulus sekolah ini lantas menambahkan sejumlah pengguna berdasarkan jarak.

“Awalnya iseng aja, main handphone di rumah. Download aplikasi Mi Chat,” papar Han, Kamis (04/03/2021).

Dari jarak dua kilometer dari rumahnya terdapat pengguna perempuan dengan nama Putri. Han lantas menyapa pengguna bernama Putri tersebut. Setelah menyapa, pengguna bernama Putri pun lantas menyebutkan tarif booking online tersebut. Dimana tarif satu jam Rp. 300 ribu, dua jam Rp. 600 ribu, tiga jam Rp. 900 ribu sementara long time Rp. 2 juta. Untuk mendapatkan pelayanan ini, pengguna tersebut meminta Han transfer separuh dari harga.

“Saya pikir kok murah banget, tak suruh shareloc lokasinya ternyata di salah satu hotel di Jalan KH Agus Salim, saya gak mikir panjang,” kata dia.

Karena gelap mata, Han mengambil paket satu jam. Ia lantas meminta rekening Putri. Tanpa berpikir panjang, ia lantas mengirim uang yang menjadi kesepakatan.

“Saya nggak berpikir jauh, saya kirim bukti transfer,” imbuh Han.

Namun demikian, setelah ditransfer pengguna tersebut hilang dari kontak Mi Chatnya. Ia diblokir, tanpa ia sadari ternyata yang demikian merupakan akun penipuan.

“Ya kecewa tapi gapapalah untuk pelajaran saja, mau lapor ya malu,” ucap Han.

Saat dikonfirmasi, Kanit Pidana Khusus Satuan Reserse Kriminal Polres Gunungkidul, Ipda Ibnu Ali mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah melakukan patroli siber di Gunungkidul. Namun begitu, dikatakan Ipda Ibnu belum ada temuan berkaitan dengan praktik penipuan berbasis prostitusi online.

“Di Gunungkidul belum ada temuan, patroli siber sudah dilakukan,” tandas Ipda Ibnu.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler