fbpx
Connect with us

Sosial

Ayo Gass, Program Unggulan Immawan-Martanty Bantu Belasan Ribu Pengusaha Muda Gunungkidul

Published

on

Semanu,(pidjar.com)–Pandemi covid19 yang terjadi saat ini dikhawatirkan berdampak pada program  penanggulangan kemiskinan dan semakin bertambahnya jumlah pengangguran di Gunungkidul. Mengantisipasi hal ini, pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi-Martanty Soenar Dewi mempersiapkan program bantuan kepada kalangan wirausahawan. Bertajuk Gerakan Kewirausahaan Ayo Gas, pasangan ini berambisi menyasar belasan ribu pengusaha khususnya kaum muda.

Ayo Gas yang dilaunching secara resmi pada Minggu (20/09/2020) di obyek wisata Telaga Jonge, Kapanewon Semanu sendiri bertujuan untuk mendorong generasi muda untuk lebih aktif dalam kewirausahaan terlebih di masa seperti ini. Lapangan pekerjaan sangatlah dibutuhkan oleh warga Gunungkidul. Pasalnya tidak sedikit dari penduduk Bumi Handayani yang kehilangan pekerjaan mereka dan menjadi pengangguran baru.

Koordinator Gerakan Kewirausahaan Ayo Gas, Wahyudi Syakuri memaparkan, seperti yang diketahui, sektor yang sangat terdampak pada masa pandemi seperti sekarang ini adalah bidang UMKM. Di mana banyak pemilik UMKM yang terpaksa harus vakum atau bahkan gulung tikar karena macetnya permintaan dan tidak seimbangnya biaya produksi dengan penghasilan yang didapat. Kemudian di sisi lain, mereka yang bekerja di perusahaan juga sangat banyak yang terpaksa harus kehilangan pekerjaan mereka. Ada yang dirumahkan maupun di PHK dari perusahaan sehingga memunculkan pengangguran anyar.

Belum lagi dengan semakin sulitnya ekonomi, berpengaruh dengan semakin banyaknya pengangguran baru yang terbentuk. Alhasil, tak bisa dipungkiri, daya beli yang melemah ini berakibat pada roda perekonomian yang tersendat. Dengan sarana pelatihan maupun bantuan lainnya, pihaknya berusaha membangkitkan kembali sektor ekonomi dan mendorong masyarakat untuk dapat berwirausaha dengan melihat potensi sekitar lingkungan yang dapat dikembangkan bernilai jual tinggi dan tentunya berkualitas.

“Kami melihat banyaknya peluang dari lingkungan yang sekiranya dapat diubah untuk dijadikan usaha yang benar-benar menghasilkan keuntungan,” kata Wahyudi Syakuri, Minggu (20/09/2020).

Dilanjutkannya, program ini nantinya tidak hanya memberikan pelatihan saja, akan tetapi juga akan dilakukan pendampingan, kurasi produk, promosi dan akses kemitraan permodalan usaha. Dengan begitu, para pengusaha muda ini akan mendapatkan kemudahan dan bisa menggulirkan usahanya.

“Harapannya program ini akan bisa melakukan recovery perekonomian warga dampak dari pandemi covid 19,” paparnya.

Artinya program ini nantinya akan bisa menjadi pemantik untuk menggerakkan ekonomi warga sehingga mengurangi angka kemiskinan, pengangguran dan juga recovery ekonomi dampak dari pandemi covid 19. Gerakan ini nantinya diupayakan bisa memberikan ruang untuk pengembangan wirausaha bagi warga Gunungkidul khususnya kaum muda dan UMKM.

Berita Lainnya  Pengeluaran Fantastis 1,2 Miliar dan Dana Bantuan Kemendes Misterius, Aktifis Heran Pengelola Goa Pindul Hanya Setor 100 Juta ke Desa

“Kita menarget 100 UMKM dan  generasi muda untuk setiap desa. Jenis usaha tentu saja beragam sesuai dengan usaha yang dikembangkan oleh warga Gunungkidul,” tambahnya.

Sebenarnya, Ayo Gas tidak dikhususkan bagi kaum muda saja, akan tetapi semua lini dapat mengaksesnya. Namun memang diharapkan kaum muda dapat ikut andil di dalamnya. Karena beberapa tahun ke depan, kaum mudalah yang memegang kendali untuk memajukan sektor ekonomi, pembangunan infrastruktur dan pemerintahan. Pasalnya, saat ini kaum muda sebenarnya memiliki potensi untuk berkembang hanya saja memang mereka tidak memiliki aksesnya.

“Melihat peran generasi muda masih perlu ditingkatkan kapasitas dan keterlibatannya dalam pembangunan ekonomi daerah,” imbuh dia.

Selain yang telah disampaikan, lebih lanjut ia mengungkapkan, latar belakang dipilihnya konsep kewirausahaan ini lantaran sebenarnya di masa 2 periode kepemimpinan Badingah perkembangan Gunungkidul sangat pesat. Angka kemiskinan mengalami penurunan yang cukup signifikan. Kendati demikian, masih ada beberapa yang perlu dibenahi untuk dioptimalkan kembali. Seperti misalnya, untuk usaha-usaha yang akan menjadi penopang untuk produk olahan hasil pertanian, usaha pendukung pariwisata dan juga olahan produk produk perikanan dan kelautan.

Pihaknya menekankan, dengan gerakan ini kader-kader muda terbaik Gunungkidul tidak keluar dari Gunungkidul dan akan justru membangun Kabupaten Gunungkidul yang lebih baik dan maju, mensejahterakan masyarakatnya.

“Rata-rata banyak hanya menjadi pekerja urban di perkotaan. Saatnya kini kaum muda yang tampil untuk ikut berkontribusi memajukan Gunungkidul,” urai Wahyudi.

Sementara itu, Calon Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi mengatakan, visi misi yang diusung bersama pasangannya yakni mendorong dan memfasilitasi tumbuhnya kader-kader pemimpin yang religius dan nasionalis di tiga sektor yaitu pemerintahan, bisnis dan gerakan masyarakat sipil. Dari visi misi itu, ada beberapa program yang akan dijalankan oleh keduanya.

Mulai dari menumbuhkan dan memfasilitasi 14.000 wirausaha baru berbasis desa, kemudian memfasilitasi pertumbuhan industri kreatif sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan zaman untuk  membentuk daerah ekonomi kreatif dan balai latihan kerja yang kreatif.

“Peningkatan kapasitas organisasi kemasyarakatan berbasis desa atau kalurahan harus aktif dalam segala hal yang berkaitan dengan pembangunan. Tidak hanya itu, tapi juga ikut terlibat dalam pengawasan atas program dan rencana yang dijalankan,” ucap dia.

Kondisi topografi gunungkidul yang seperti sekarang ini mendorong bakal calon bupati ini untuk juga memperhatikan jaringan internet dan jaringan komunikasi di daerah-daerah. Pasalnya, selama ini yang menjadi permasalahan penduduk adalah sulitnya mengakses jaringan internet. Padahal di era digitalisasi sekarang ini, internet seolah menjadi komponen pokok dalam menjalin komunikasi atau mengerjakan segala sesuatunya, termasuk dalam hal pembedayaan ekonomi.

Berita Lainnya  Kebijakan Beri Izin Buka Heha Sky View Lukai Hati Pedagang Pantai Selatan

“Selain pembangunan dan pemberdayaan nilai keagamaan  juga menjadi salah satu yang harus diperhatikan. Untuk membentuk generasi yang maju dan berakhlak kami mewacanakan adanya tunjangan yang diberikan untuk para ustadz ustadzah dan agamawan lainnya yang ada di Gunungkidul sebagai juru dakwah sesuai dengan kepercayaannya untuk peningkatan kualitas keagamaan penduduk Gunungkidul,” tandas Immawan.

Sementara itu, salah seroang wirausaha dibidang olahan lidah buaya, Alan menyambut baik wacana yang dilontarkan oleh pasangan tersebut. Menurutnya, jika nantinya terealisasi, maka akan sangat efektif dalam menumbuhkan entrepreneur muda baru yang lebih terlatih.

“Nantinya tentu akan berdampak pada visi misi dalam pengembangan daerah mereka,” kata Alan.

Ia juga menambahkan bahwa pembinaan  yang didukung oleh program Ayo Gaas akan menambah ilmu. Sebab jika ada pembinaan, mereka akan dipandu tahapan demi tahapan sesuai dengan standar yang ada.

“Saya rasa cara itu jika direalisasikan betul akan sangat membantu para pemuda dalam berkarya,” ucap dia.

Selain itu, menurutnya ada beberapa hal yang diperlukan untuk mengiatkan UMKM diantaranya ialah pembekalan ilmu untuk pemasaran. Dimana saat ini, penggunaan teknologi atau jualan online menjadi salah satu peluang yang menjanjikan.

“Jika pemuda sudah menjadi entrepreneur, UMKM maka hal yang mendasar yang perlu dibekali adalah ilmu ttg marketing baik online ataupun offline,” kata dia.

Selain itu juga diperlukan pula pelatihan peningkatan kualitas produk untuk menjaga agar tetap berkualitas meski kuantitasnya bertambah. Tak kalah penting pula ialah memberikan pelatihan cara menjaring agen, distributor dan resseler.

“Ini sangat penting, cara membedakan masing-masing status diatas lalu cara membuat mereka tetap solid dalam memasarkan produk UKM sesuai kelasnya,” pungkas dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler