fbpx
Connect with us

Peristiwa

Badai La Nina Diprediksi Masih Akan Terjadi Hingga Akhir Tahun, Masyarakat Diminta Waspada Bencana

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Badai La Nina diperkirakan terjadi di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya dimulai pada November hingga Desember mendatang. Untuk itu masyarakat diminta untuk lebih waspada dengan situasi ini, terutama agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam.

Kepala Stasiun Klimatologi Mlati Yogyakarta Reni Kraningtyas mengatakan, puncak La Nina terjadi pada dua bulan. Namun puncak hukan tetap terjadi pada bulan Januari dan Februari.

“Jadi untuk curah hujan sejak November sudah cukup tinggi sebaiknya pemerintah dan masyarakat sudah mulai antisipasi,” jelas Reni, Sabtu (07/11/2020).

Sejauh ini pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pemangku kepentingan bahwasanya kusim hujan kali ini curah hujan lebih tinggi dari normalnya. Sehingga pihaknya berharap sedini mungkin pemerintah setempat sudah semestinya bersiap akan adanya potensi bencana hedrometologi yang akan terjadi.

“Kami juga menginfoma kepada masyarakat untuk membersihkan drainase sekitar rumah mereka memangkas dahan pohon,” kata Reni.

Ia juga meminta masyarakat tidak beraktivitas di hilir sungai jika mengetahui di hulu warna awan mendung gelap. Hal ini karena biasanya di hulu terjadi hujan lebat.

“Sehingga mengakibatkan banjir bandang di hilir sungai. Untuk nelayan dan masyarakagt kami harap untjk mengupdate terus info cuaca dr BMKG terdekat melalu kanal yg tersedia, bisa melalui medsos atau telpob langsung untikmengetahui update cuaca terkini,” papar dia.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup, Aris Suryanto mengatakan, fenomena Badai La Nina sendiri diprediksi akan melewati Bumi Handayani. Untuk itu, sejumlah antisipasi dilakuan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gunungkidul.

“Mulai hari ini kami telah melakukan penebangan pohon, mulai dari Kapanewon Ngawen, meskipun juga menggunakan alat seadanya sejumlah pohon perindang yang berada di pinggir jalan kami tebang,” pungkas Aris.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler