Politik
Bakalan Sepi, KPU Batasi Jumlah Massa dalam Kampanye Terbuka
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Masa kampanye pada Pilkada yang lalu selalu ramai dengan ribuan orang serta hiburan yang disuguhkan oleh para pasangan calon bupati dan wakil bupati. Namun begitu, pada tahun ini nampaknya suasana akan berbeda, pasalnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul membatasi jumlah peserta kampanye terbuka di Pilkada 2020 maksimal 100 orang. Keputusan tersebut sesuai dengan peraturan KPU nomor 10 tahun 2020 kampanye. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan dan penyebaran virus covid 19.
Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani mengungkapkan tahapan Pilkada terus dilanjutkan. Mulai dari pendaftaran, cek kesehatan, penetapan calon an nantinya terhitung mulai tanggal 26 September sampai dengan 5 Desember merupakan tahapan kampanye. KPU RI telah mengeluarkan peraturan yang mengatur tentang kampanye.
Ia menjelaskan, masing-masing calon nantinya hanya mendapatkan jatah satu kali kampanye rapat umum dan hanya boleh menghadirkan massa sebanyak 100 orang. Sementara kampanye dengan pertemuan terbatas hanya boleh dihadiri maksimal 50 orang baik dalam dari tim maupun masa yang dihadirkan.
“Pada peraturan sebelumnya menyebutkan kampanye rapat umum dan pertemuan terbatas ini bisa dihadiri separuh dari kapasitas tempat. Tapi kemudian ada perubahan yang menyebutkan pembatasan jumlah peserta yang hadir yakni antara 50 orang sampai dengan 100 orang itu,” terang Ahmadi Ruslan Hani, Rabu (09/09/2020).
Ia menambahkan, untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan massa ia berharap dari bakal calon dan timnya dapat menerapkan kampanye daring. Sehingga juga meminimalisir terjadinya kerumunan yang dapat menyebarkan virus covid 19 mengingat sekarang ini masih terus terjadi penambahan orang terkonfirmasi positif.

“Nanti kami akan koordinasi dengan pemkab Gunungkidul. Apakah akan disediakan tempat untuk melakukan kampanye terbuka atau tidak, jika misalnya di lapangan yang hadir di lapangan dibatasi tapi mereka yang ada di luar itu misalnya jalan dimungkinkan bisa lebih banyak juga,” imbuhnya.
“Pemanfaatan teknologi sebenarnya bisa diterapkan dalam kampanye. Mereka (Bacalon) bisa menggunakan metode daring untuk menyampaikan visi misi dan menarik simpati masyarakat,” jelasnya.
Tidak dipungkiri memang, para tim saat ini mulai bergerak. Namun demikian, diharapkan tetap mematuhi peraturan yang berlaku dan menerapkan protokol kesehatan. Pengawasan dalam kampanye tentu akan dilakukan oleh petugas untuk meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan begitu pula penyimpangan.
“Kampanye yang menggunakan cara lain misal adanya bazar, ulang tahun partai atau lainnya juga kami harapkan sama. Meminimalisir massa yang datang dan tetap menerapkan protokol kesehatan,” tambah dia.
Untuk tahapan (09/09/2020) ini para bacalon akan menjalani cek kesehatan di rumah sakit sardjito Yogyakarta. Kemudian nantinya akan menjalani serangkaian tahapan lainnya.
Sementara itu, ketua Bawaslu Gunungkidul, Tri Asmiyanto beberapa waktu lalu mengatakan pihaknya akan melakukan pengawasan dalam kampaye. Antisipasi yang dilakukan agar tidak ada potensi kampanye hitam yang terjadi di Gunungkidul. media sosial tentu menjadi fokus tersendiri dalam pemantauan kampanye, mengingat sekarang ini banyak yang menggunakan media sosial.
“Tentu pengawasan akan kami lakukan semaksimal mungkin,” ujar dia.
-
Kriminal4 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa4 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial3 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Sosial1 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized3 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan3 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized1 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized3 hari yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Peristiwa4 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa3 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Pemerintahan5 hari yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Peristiwa4 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
