fbpx
Connect with us

Peristiwa

Spanduk Ilegal Dukungan Kepada Sunaryanta Kembali Dipasang, NasDem Lapor Polda DIY

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Spanduk klaim dukungan partai NasDem kepada Calon Bupati Sunaryanto kembali terpasang. Hal ini merupakan peristiwa kedua yang terjadi setelah beberapa minggu silam, spanduk serupa telah terpasang di sejumlah titik. Adapun desain spanduk yang lama maupun yang baru terpasang sendiri sangat identik.

Pemasangan spanduk klaim dukungan ini tentunya membuat gerah jajaran dewan perwakilan daerah (DPD) Partai NasDem. Hal ini lantaran, partai peraup 9 kursi di DPRD Gunungkidul ini  telah resmi mengusung pasangan Immawan-Martanty. Sejumlah tindakan kemudian diambil oleh pihak partai mulai dari pencopotan spanduk hingga pelaporan ke Polda DIY.

Ketua Garda Pemuda NasDem Gunungkidul, Ismail Ishom mengungkapkan, pihaknya sangat serius dalam menyikapi adanya pemasangan spanduk itu. Ia menegaskan bahwa spanduk pernyataan dukungan kepada Sunaryanto itu adalah ilegal. Pasalnya, selama ini dari partai tidak pernah menyerukan dukungan ke pihak tersebut bahkan NasDem memiliki calon tersendiri yang mereka usung yakni Immawan Wahyudi dan Martany Soenar Dewi.

Berita Lainnya  Angin Kencang Sapu Semin, 8 Bangunan Warga Rusak Aliran Listrik Sempat Padam

“Spanduk itu ilegal. Kita sejak beberapa minggu lalu sudah lakulan pencopotan di sejumlah lokasi. Kemarin terpantau ada satu yang terpasang di Bleberan, Kapanewon Playen dan langsung kami copot,” kata Ismail Ishom, Selasa (08/09/2020).

Lebih lanjut ia mengatakan, selain garda muda Nasdem yang langsung bergerak cepat untuk penurunan, pihaknya juga mengerahkan kader di tingkat kapanewon untuk melakukan penyisiran di wilayah masing-masing. Jika ditemukan spanduk-spanduk ilegal langsung diminta untuk dilakukan pencopotan.

“Itu instruksi dari ketua DPD kader dan Garda Pemuda NasDem harus gerak cepat. Munculnya sejumlah spanduk ini sangat mengejutkan bagi kami, sampai sekarang bahkan kami juga belum tahu siapa pemilik spanduk-spanduk itu,” tambahnya.

Selain melakukan pencopotan, dari partai juga telah melakukan pelaporan ke Polda DIY melalui tim advokasi DPW NasDem DIY. Pelaporan ini dimaksudkan agar dapat terusut siapa pemasang dan pemilik spanduk itu, serta tujuan dari pemasangan spanduk tersebut.

Menurutnya dengan adanya spanduk ilegal tentu dapat merugikan NasDem. Pasalnya bisa saja untuk memecah belah kekuatan internal partai dan memecah dukungan masyarakat untuk calon yang mereka pilih.

Berita Lainnya  Lupa Kunci Pintu, Rumah Anggota TNI Dibobol Maling

“Bisa dikatakan ini adalah gerakan politik murahan untuk memecah belah,” imbuhnya.

Ia juga mengatakan, meski diterpa berbagai hal namun kader di NasDem tetap menjaga soliditasnya. Dengan adanya berbagai gerakan politik yang tujuannya untuk menghancurkan dan memecahbelah justru itu menjadi penyemangat tersendiri bagi internal Nasdem dan lainnya.

“Kan sudah jelas kita punya calon sendiri yang kita usung Immawan-Martanty. Ini merupakan calon yang memiliki peluang besar dalam pemenangan kontestasi Pilkada,” jelas Ishom.

Sementara itu, salah seorang Pengurus DPW NasDem DIY, Surya mengatakan dengan tegas spanduk itu bukan milik partai NasDem dan disebut ilegal. Untuk itu pihaknya meminta semua kader untuk bergerak melakukan penyisiran di wilayah masing-masing mengantisipasi semakin meluasnya isu-isu politik.

“Itu ilegal, Partai NasDem tidak pernah mendukung calon bupati tersebut,” ucap Surya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler