fbpx
Connect with us

Politik

Purwanto Geram Serang Calon Bupati, Tim Sunaryanta Tanggapi Santai

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Ketua DPC Partai Gerindra Gunungkidul, Purwanto geram dengan sikap salah satu calon bupati, Sunaryanta yang dianggap memecah belah partai. Ia menganggap politik pecah belah menciderai demokrasi dan merupakan politik tidak sehat. Kendati demikian, hal itu langsung disanggah oleh tim pemenagan Sunaryanta yang menganggap kejadian ini sebagai pembelajaran kepada elit politik semua partai di tingkat atas.

Kepada pidjar.com, Purwanto menilai sikap Sunaryanta dalam hal ini dianggap menciderai pesta demokrasi. Sebab menurutnya etika berpolitik memecah belah ini tidaklah sehat.

“Etika berpolitiknya dimana, ketika sudah jelas Gerindra mendukung dan mengeluarkan rekomendasi untuk pasangan yang diusung, tapi kok malah mempersilahkan melakukan deklarasi,” kesal dia.

Hal ini juga menjadi catatan Gerindra, bila mana Sunaryanta terpilih, menurut Purwanto maka tidak akan bisa memimpin Gunungkidul. Bahkan menururnya, membangun Gunungkidul akan jauh dari kata terealisasi.

“Kalau bisanya memecah belah begini, mau membangun bagaimana. Ini menjadi catatan Partai Gerindra,” tandas dia.

Namun begitu, statemen Purwanto tersebut disanggah dengan santai oleh Wakil Ketua Tim Pemenangan Sunaryanta-Heri Susanto, Danang Ardiyanta. Danang menilai bahwa hal semacam ini justru menjadi koreksi untuk semua partai politik untuk menentukan calon bupati yang diinginkan oleh arus bawah.

Berita Lainnya  Ditugaskan DPP Kawal Pembangunan Ibukota Baru, Ketua DPC Gerindra Gunungkidul Akhirnya Lengser

“Bukan politik memecah belah, tapi ini menjadi koreksi bagi pemimpin-pemimpin partai politik ketika memutuskan pasangan calon harus mendengarkan arus bawah. Bukan melihat dari atas, jadi koreksi bersama. Bukan mayor (Sunaryanta) menggunakan politik memecah belah,” tandas Danang.

Terkait bergabungnya sejumlah pengurus partai di akar rumput ini menunjukan keberanian arus bawah untuk menentukan sikap sendiri. Sebab mereka merasa tidak perlakukan sebagai mana mestinya.

 “Jadi kenyataannya memang arus bawah berani berbeda dengan pimpinan karena saat mengambil keputusan pimpinan parpol tidak pernah bertanya kepada arus bawah,” tegas Danang.

Bahkan menurut Danang tidak hanya pengurus partai Gerindra saja yang mengalihkan dukungan ke Mayor Sunaryanta. Sejumlah partai seperti PPP dan Demokrat serta partai lain menentukan sikap untuk merapat ke Mayor Sunaryanta.

Berita Lainnya  Era Baru PAN, Kedepankan Pluralitas dan Nasionalisme

“Ada berapa partai, arus bahwahnya ikut deklarasi. Misalnya PPP itu SK rekomendasi dukungan turun ke Prof Sutrisna tapi ketua DPC dan lainnya dukung Mayor dukungan datang di pendaftarannya, Perindo dari pusat sudah ke Mayor, PSI ada Garuda, Berkarya adalah inisiatif pimpinan kabupaten,” jelas Danang.

Lebih lanjut dikatakan bahwa banjir dukungan oleh ragam pihak untuk Sunaryanta sendiri menunjukan bahwa Sunaryanta memiliki kemampuan menjadi seorang pemimpin. Sebab menurut Danang, pemimpin harus mampu merangkul semua pihak dan lapisan masyarakat.

“Semua pemimpin harus mampu komunikasi dengan siapapun. Pemimpin bukan miliknya orang perlente , kaya , mapan atau salah satu golongan tertentu. Pemimpin harus bisa berada pada semua lapisan masyarakat dan pada semua golongan.  Makanya Sunaryanta bisa srawung ke semua golongan. Syarat menjadi seorang pemimpin harus seperti itu dan itu ada pada Sunaryanta,” terang dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler