fbpx
Connect with us

Sosial

Bantah Tudingan Penggelapan Aset JJLS, Kades Nglindur: Itu Untuk Pembangunan Kios Kuliner

Diterbitkan

pada tanggal

––>

Girisubo, (pidjar.com)–Polemik larinya aset JJLS jalur Karangwuni-Nglindur dalam proses pembersihan lahan JJLS terus bergulir. Sebelumnya, sejumlah warga mempertanyakan keberadaan aset-aset berupa kayu jati maupun material bekas bangunan yang digusur dalam proses pembangunan tersebut. Ada dugaan bahwa aset bernilai hingga ratusan tersebut digelapkan oleh oknum.

Menanggapi kasak-kusuk yang beredar di kalangan warga, Kepala Desa Nglindur, Supriyana memberikan tanggapan. Menurutnya, anggapan perihal adanya dugaan penggelapan tersebut karena adanya miss komunikasi saja. Supriyana mengakui bahwa pihaknya telah mengambil sejumlah kayu maupun bahan material bekas bangunan yang merupakan hasil pembersihan JJLS. Namun begitu, kayu maupun material tersebut diambil untuk keperluan pembangunan kios-kios warga.

Ditambahkannya, berkaitan dengan momentum pembangunan JJLS, pihaknya memang tengah merencanakan untuk membangun kios-kios darurat di lahan bekas Puskesmas. Lokasi lahan seluas 2.200 meter persegi yang merupakan tanah kas desa tersebut dianggap sangat potensial lantaran di sekitar titik tersebut, ratusan pekerja proyek beraktifitas.

“Jadi nantinya, warga bisa berjualan di sana karena pembelinya pasti banyak dari pekerja proyek tersebut,” terang Supriyana, Rabu (04/12/2019) pagi.

Rencana ini sendiri berlatar belakang bahwa selama ini warga masyarakat Nglindur dalam pembangunan JJLS di wilayahnya sepenuhnya hanya sebagai penonton. Untuk kebutuhan makan dan minum, para pekerja proyek JJLS membeli dari luar wilayah Nglindur. Potensi inilah yang kemudian membuat pihak pemerintah desa perlu melakukan terobosan.

Berita Lainnya  Momen Berkibarnya Sang Merah Putih di Lautan Lepas, Kado Tim SAR Untuk Kemerdekaan Indonesia

“Jangan sampai warga tidak mendapatkan apa-apa. Proyek pembangunan ini kan cukup lama, jadi bisa menjadi gantungan hidup warga meski hanya sementara,” beber dia.

Supriyana sendiri memberikan catatan, lantaran memang bergantung pada momentum pembangunan proyek, maka diperlukan langkah cepat agar kios-kios warga ini bisa secepatnya berdiri dan bisa digunakan untuk berjualan. Dengan pertimbangan penggunaan dana APBDes sudah tidak memungkinkan mengingat sudah di akhir tahun, pihaknya kemudian berinisiatif untuk membangun menggunakan material-material bekas bangunan ataupun tanaman yang tergusur proyek tersebut.

“Kita sudah minta izin kepada Pemda DIY untuk penggunaan aset tersebut,” tandasnya.

Saat ini, kayu-kayu itu telah diproses di penggergajian setempat. Dalam waktu dekat ini, proses pembangunan langsung bisa dilaksanakan. Berdasarkan perkiraannya, dalam waktu 2 bulan mendatang, kios-kios darurat ini bisa digunakan warga untuk berjualan makanan. Selain kios, di lokasi tersebut juga akan dibangun joglo sebagai fasilitas penunjang.

Berita Lainnya  Tahun Depan, Bayar PBB Bisa Langsung Lewat Bank

“Kita juga sudah melakukan pengukuran lahan untuk perencanaan. Nanti pembangunannya juga dilakukan kerja bakti bersama warga. Kemarin saja waktu mengambil material, sudah banyak warga yang ikut kerja bakti,” terangnya.

Ditambahkannya, ke depan, pihaknya juga ingin agar di lokasi kios darurat ini, bisa dikembangkan menjadi pasar kuliner. Pemerintah Desa Nglindur sendiri tengah membahas wacana tersebut dengan membahas kemungkinan penganggaran pembangunan dengan menggunakan dana desa.

“Akan kita bahas lebih lanjut. Yang terpenting sekarang ini, kios-kios bisa berdiri dan warga bisa langsung berjualan. Karena kalau terlalu lama eman-eman,” tutupnya.

Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler