Connect with us

Hukum

Dugaan Pungli di SMP N 2 Playen, Tim Saber Pungli Diminta Unjuk Gigi

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jejaring Rakyar Mandiri (Jerami) meminta aparat penegak hukum menyelidiki dugaan percobaan pungutan liar (pungli) yang terjadi di SMP Negeri 2 Playen. Beberapa waktu silam, wali murid SMP N 2 Playen memang mengeluhkan permintaan sumbangan dari pihak sekolah dengan nilai minimal Rp800.000.

Ketua LSM Jerami, Rino Caroko mengatakan, keluhan dari wali murid ini sudah semestinya ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum. Apalagi saat ini sudah ada tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) yang memang bertugas khusus untuk memberantas praktek-praktek semacam ini yang sangat meresahkan masyarakat. Rino meyakini bahwa praktek permintaan dengan modus meminta sumbangan ini, kental dengan aroma pungutan liar.

Berita Lainnya  Keberadaan Ayah Kandung Bejat Masih Jadi Misteri, Polisi Terjunkan Tim Gabungan

“Aparat penegak hukum seharusnya bergerak tanpa harus menerima laporan dari masyarakat. Di sini (Gunungkidul) kan ada tim saber pungli toh,” kata Rino kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Selasa (18/09/2018).

Rino mengatakan, sepemahamannya tindakan yang dilakukan SMP Negeri 2 Playen tersebut sudah menjurus kepada percobaan pungutan liar. Ia berpendapat, kasus seperti ini banyak dilakukan oleh sejumlah sekolah.

Modus yang dilakukan yakni dengan cara melegalkan pungli melalui komite sekolah.

“Dengan alasan kesepakatan dan memanfaatkan komite sekolah ini biasanya banyak digunakan sekolah untuk melakukan pungutan. Padahal dalam aturan kan tidak boleh ada pungutan dengan alasan apapun,” tandas Rino.

Rino juga mengecam alasan pungutan yang rencanannya akan digunakan untuk pembangunan fisik. Ia menyebut, seharusnya untuk sekolah negeri, pembangunan fisik bisa dilakukan oleh pihak pemerintah.

Berita Lainnya  Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Anak Diancam Dijerat UU No 17/2016, Hukuman Mati dan Kebiri Menanti

“Apalagi kalau hanya buat bangun gapura dan keramik lantai kantin. Seharusnya bisa mengajukan ke Dinas Pendidikan,” kata dia.

Sementara itu Anggota DPRD Gunungkidul dari Komisi D, Dody Wijaya mengatakan, sekolah tidak berhak melakukan penarikan biaya. Ia berpendapat untuk pekerjaan fisik dan fungsi pokok/dasar harusnya dipenuhi pemerintah.

“Tapi kalo untuk kebutuhan tambahan apabila disepakati wali murid (tidak keberatan bisa saja iuran) misal dibutuhkan dan disepakati untuk adanya les tambahan untuk meningkatkan prestasi siswa, yang bersedia ikut ya bisa iuran,” kata Dody.

Dody mengatakan, pada prinsipnya iuran yang dilakukan jangan sampai memberatkan wali murid. Karena kondisi perekonomian sekarang ini bisa jadi hal ini justru membebani wali murid.

Berita Lainnya  Tragedi Atap Ambruk SD Muhammadiyah Bogor, Polisi Periksa Pejabat Sekolah Hingga Komite

“Harga-harga dan biaya-biaya naik, sedang pendapatan orang tua belum tentu bertambah. Apalagi jika ada siswa yang tidak mampu, kok dipaksa bayar, atau jika tidak bayar tidak bisa ikut ujian atau sampai ijazah ditahan, itu jangan sampai terjadi,” papar Dody.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata2 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Optimalisasi TKP Senopati, Pemkot Siapkan Pangkalan Becak dan Andong untuk Mudahkan Wisatawan

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4   Jogja,(pidjar.com)– Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta bergerak cepat menyiapkan penataan baru di kawasan Tempat...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Wisatawan Pantai Krakal Keluhkan Bawa Tikar Sendiri Tetap Dipungut Uang Sewa, Ini Respon Dinas

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul saat ini menjadi primadona bagi wisatawan luar daerah untuk mengisi waktu libur panjang mereka. Dalam setiap momen...

Pantai gunungkidul Pantai gunungkidul
Pariwisata3 bulan yang lalu

Menikmati Pesona Baru Pantai Sepanjang yang Memikat Wisatawan Berkunjung ke Gunungkidul

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari,(pidjar.com)– Berbicara tentang pantai di Kabupaten Gunungkidul memang tidak ada habisnya. Pasalnya, daerah ini memiliki puluhan pantai dengan keindahan...

Berita Terpopuler