fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Operasi Pasar Murni di 2 Desa, Dinas Akan Bawa 8 Ton Beras Murah Berkualitas Baik

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Istimewa Yogyakarta bersama dengan Persatuan Penggiling Padi (Perpadi) berencana akan menggelar operasi pasar murni untuk desa di DIY. Dalam operasi pasar ini, pemerintah akan menjual beras dengan harga murah. Beras berkualitas premium dikemas dengan berat lima kilogram akan dijual dengan harga Rp 43.000,-. Sehingga satu kilogram beras hanya dihargai Rp. 8.600,-.

Namun demikian, peminat operasi pasar murni saat ini relatif kecil. Hal tersebut lantaran harga beras cenderung stabil yakni di kisaran Rp. 10.000,- per kilogramnya. Harga yang tak terpaut jauh inilah yang membuat masyarakat enggan untuk memanfaatkannya.

Kasi P3KTN Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Disperindag DIY, Sabar menjelaskasn, di Kabupaten Gunungkidul hanya dua desa yang mengajukan operasi pasar murni. Keduanya yakni Desa Sodo sebanyak 360 paket dan Desa Giring sebanyak 450 paket. Dua desa di Kecamatan Paliyan tersebut rencananya akan didistribusikan beras murah pada Kamis (05/12/2019) mendatang.

“Meski permohonan hanya sekitar 900 paket, namun kami akan membawa 8 ton beras dengan harapan setelah masyarakat mengetahui kualitas beras yang kami bawa, akan lebih tertarik,” ungkap Sabar saat dikonfirmasi, Rabu (04/12/2019).

Lebih lanjut Sabar mengatakan, berbeda dengan operasi pasar murni sebelumnya, untuk operasi pasar kali ini, masyarakat di seluruh desa di DIY pun relarif kurang berminat. Menurutnya hal tersebut lantaran harga beras yang stabil.

Berita Lainnya  Turnamen Voli Karangduwet Cup I Resmi Digelar, Belasan Club Ternama Akan Bersaing

“Hanya pada kisaran permintaan di bawah 8 ton dalam setiap operasi pasar yang kita gelar,” ujar dia.

Terpisah, Kabid Perdagangan, Disperindag Gunungkidul, Yuniarti Ekoningsih menambahkan, sejak jauh-jauh hari pihaknya telah memberi tahu ke desa akan diadakan operasi pasar murni. Adapun operasi pasar murni sendiri akan diselenggarakan hinggal 10 Desember mendatang.

“Desa yang mengajukan ke kami, akan kami sampaikan ke Disperindag DIY kemudian langsung berkoordinasi dengan Bulog untuk mengirim komoditi tersebut sesuai kebutuhan, jadi jika ada desa yang akan mengajukan masih kami tunggu hingga 10 Desember,” pungkasnya.

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler