Pemerintahan
Bantuan Jatah Hidup Tak Kunjung Cair, Kalangan Dewan Terus Desak Pemerintah
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pemberian bantuan jatah hidup bagi masyarakat terdampak corona sampai dengan saat ini masih belum juga terealisasi. Geram dengan kondisi ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunungkidul terus memberikan desakan kepada pemerintah agar segera mengeksekusi program bantuan yang telah dianggarkan tersebut.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Heri Nugroho mengatakan beberapa hari lalu, dari eksekutif dan legislatif kembali melakukan rapat koordinasi untuk membahas mengenai program jatah hidup (jadup) bagi masyarakat terdampak corona maupun masyarakat umum. Heri secara pribadi mendorong pemerintah agar segera merealisasikan program jadup bagi belasan ribu calon penerima bantuan yang terdampak pandemi ini.
“Ini menyangkut pemenuhan kebutuhan rakyat. Jangan sampai mundur terus dan kemudian terjadi krisis ekonomi sosial,” kata Heri Nugroho, Selasa (28/04/2020).
Menurutnya, jika terlalu lama dalam realisasi pemberian bantuan tersebut, tentu dampaknya akan semakin luas. Padahal, kondisi di lapangan, masyarakat sangatlah membutuhkan bantuan baik berupa uang tunai ataupun bahan makanan. Tak sedikit dari masyarakat yang sudah sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan mereka.
“Mekanismenya harus matang betul. Tapi untuk bantuan makanan dan uang tunai ini paling tidak sesegera mungkin, jangan sampai molor,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Gunungkidul, Siwi Iriyanti menuturkan, saat ini, pemberian jatah hidup bagi masyarkat masih belum bisa direalisasikan. Pasalnya, masih ada sejumlah prosedur yang harus dilalui oleh pemerintah untuk bisa menyalurkan bantuan itu. Sementara untuk anggaran 10,4 miliar rupiah dari pengalihan anggaran tahap dua, rencananya akan diberikan pada 11 ribu lebih warga Gunungkidul.
“Ada 1.608 ODP, PDP dan pasien positif yang akan diberikan bantuan sekali berupa sembako. Tapi memang untuk sekarang kami masih menyesuaikan,” jelas dia.
Pihaknya juga masih melakukan verifikasi data berkaitan dengan penerjma bantuan. Pasalnya di tengah pandemi ini, ada banyak program bantuan dari pemerintah daerah, provinsi dan kabupaten. Verifikasi ini diharapkan mampu meminimalisir data duplikat.
“Ada beberapa perubahan yang baru saja muncul dan beberapa waktu lalu masih proses pembahasan. Ini kami juga masih menunggu surat edaran dari Gubernur berkaitan dengan pemberian bantuan itu,” ucap Siwi.
-
Uncategorized2 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized6 hari yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized4 hari yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
-
Sosial2 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized2 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized3 hari yang laluManajer KDKMP Sudah Ditempatkan di Gunungkidul, Beberapa Kalurahan Belum Punya Gerai
-
Uncategorized2 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized3 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pemerintahan4 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
