fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Bantuan Puluhan Peti Jenazah Untuk Pasien Covid19 Yang Meninggal Saat Isoman

Published

on

Wonosari, (pidjar.com)–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mendapatkan bantuan puluhan unit peti jenazah dari BPBD DIY. Rencananya, peti-peti jenazah tersebut akan diperuntukkan bagi pasien covid19 yang meninggal saat menjalani isolasi mandiri. Nantinya, peti jenazah akan disebar kepada satgas penanganan covid19 di tingkat kalurahan yang memang saat ini sangat minim fasilitas.

Penularan covid19 di Bumi Handayani tak kunjung mereda. Meski telah terjadi penurunan baik penambahan kasus harian maupun korban meninggal dunia, namun kasus penularan sendiri masih tergolong cukup tinggi. Menurut data terakhir pada Jumat (06/08/2021) kemarin, tercatat terjadi penambahan pasien covid19 sebanyak 136 orang dan pasien meninggal sebanyak 12 orang.

Dalam perkembangannya, di tengah Pemkab Gunungkidul yang menyediakan fasilitas untuk shelter warga yang menjalani isolasi, namun masih banyak pasien covid19 di Gunungkidul yang lebih memilih menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Dengan terbatasnya pengawasan maupun penanganan, tal jarang pasien yang menjalani isoman mengalami gejala perburukan dan pada akhirnya meninggal dunia.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, memaparkan bahwa pihaknya telah menerima bantuan sebanyak 50 peti jenazah dari BPBD DIY. Bantuan sendiri telah diserahkan pada Kamis (05/08/2021) lalu.

“Sudah kita terima peti jenazah sebanyak 50 unit dan siap didistribusikan,” terangnya, Sabtu (07/08/2021) siang.

Lebih lanjut, Edy mengungkapkan jika peti jenazah bantuan dari BPBD DIY ini nantinya akan diperuntukkan bagi para pasien covid19 yang meninggal saat menjalani isolasi mandiri. Nantinya dalam pendistribusiannya, pihak BPBD Gunungkidul akan bekerjasama dengan Satgas Penanggulangan Covid19 di tiap-tiap Kalurahan. Untuk mekanisme penyaluran sendiri, Satgas di tiap Kalurahan ataupun Badan-Badan terkait bisa mengajukan permohonan kepada pihaknya.

“Kalau awal koordinasinya tiap Kalurahan akan dibagikan bantuan peti jenazah, namun kami juga menunggu usulan dari Satgas covid19 di tiap Kalurahan jika sewaktu-waktu membutuhkan,” ujarnya.

Untuk mempermudah penanganan di tiap-tiap Kalurahan, BPBD Gunungkidul senantiasa memberikan pelatihan pemulasaraan jenazah kepada relawan Kalurahan. Selain itu, penambahan jumlah relawan maupun kapasitas menjadi hal yang tak ketinggalan.

“Selain peti jenazah, ada bantuan berupa alat pelindung diri yang akan digunakan saat pemakaman jenazah konfirmasi covid19,” sambungnya.

Menurut data dari Dinas Kesehatan Gunungkidul, pada tanggal 1 Agustus sampai 6 Agustus tercatat penambahan pasien covid19 sebanyak 795 kasus. Untuk pasien sembuh bertambah sebanyak 944 pasien dan kematian sebanyak 65 pasien. Sedangkan pada bulan Juli lalu tercatat 17% kematian terjadi pada pasien yang menjalani isolasi mandiri dan 83% saat dirawat dirumah sakit. (Roni)

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler