Pemerintahan
Bantuan Sembako PPKM 200 Ribu Mulai Dicairkan, Pemerintah Temukan Ribuan Data Tak Valid
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Sejak beberapa bulan lalu pemerintah pusat menerapkan PPKM darurat dan level. Dengan adanya kebijakan ini, banyak warga di daerah yang terdampak. Pada November 2021 ini, pemerintah mulai mencairkan program bantuan sembako PPKM. Di Kabupaten Gunungkidul sendiri ada belasan ribu keluarga penerima manfaat yang tersasar bantuan senilai 200.000 per bulan ini.
Data yang diperoleh dari Dinas Sosial Gunungkidul, ada sebanyak 16.317 keluarga penerima manfaat di Gunungkidul yang mendapatkan bantuan dari pemerintah ini. Program sembako PPKM sendiri diberikan selama 6 bulan. Adapun bentuk bantuan berupa kebutuhan-kebutuhan pokok senilai 200 ribu yang bisa ditebus di e warung atau agen yang sudah terintegrasi dengan program bantuan pemerintah. Mekanismenya, warga penerima bantuan sendiri mendapatkan Kartu Keluarga Sejahtera untuk bisa menebus bantuan berupa sembako.
“Berkaitan dengan bantuan program sembako PPKM ini, sudah mulai disalurkan sejak beberapa waktu lalu,” ucap Kepala Bidang Kesejahteraan Sosial, Dinas Sosial Gunungkidul, Giyanto, Rabu (24/11/2021).
Berkaitan dengan pendataan penerima bantuan, menurut Giyanto di Gunungkidul ada 16.317 kepala keluarga yang mendapatkan bantuan. Namun ia akui, data tersebut masih cenderung acak di mana ada PNS, anggota Polri, TNI dan lainnya yang masuk dalam daftar penerima bantuan tersebut. Untuk mencegah adanya salah sasaran, pemerintah sendiri melibatkan pihak Pemerintah Kalurahan untuk melakukan verifikasi lapangan.
Hasilnya, ada sekitar 4.603 daftar penerima yang gugur karena meninggal dunia, masuk dalam kategori ASN aktif dan lainnya. Di samping itu, daftar penerima tersebut juga sudah masuk dalam penerimaan bantuan seperti BST, BLT, PKH BPNT dan lainnya. Sehingga pemerintah mengambil langkah untuk tidak disalurkan agar tidak terjadi kecemburuan sosial.
“Jadi tidak semua kalurahan dan Kapanewon yang mendapatkan bantuan ini. karena hanya diambil 10 kapanewon saja,” jelas dia.
Delapan kapanewon yang tidak tersasar bantuan tersebut diantaranya Karangmojo, Ponjong, Ngawen, Purwosari, Rongkop, Gedangsari, Girisubo, Tanjungsari.
Ditambahkan Giyanto, bantuan sembako PPKM tersebut diberikan selama 6 bulan. Namun kemudian, dalam prakteknya baru terealisasi pada November 2021 ini. Sehingga pemerintah kemudian menerapkan kebijakan perapelan dalam pencairannya. Karena masih ada sisa sekitar 2.000 kartu, pemerintah akan kembali menyalurkan bantuan tersebut kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kita harapkan bantuan ini bisa membantu beban masyarakat yang membutuhkan,” lanjut dia.
-
Uncategorized1 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya1 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized4 hari yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Sosial2 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized1 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized1 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Pemerintahan4 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized3 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized4 hari yang laluSerangan Binatang Liar Ancam Ternak di Wilayah Selatan Gunungkidul, Warga Diminta Waspada
