fbpx
Connect with us

Sosial

Bantuan Subsidi 10.000 Ton Pupuk Untuk Petani Gunungkidul

Diterbitkan

pada

BDG

Semanu,(pidjar.com)– Pertanian menjadi salah satu sektor pembangunan prioritas pada tahun 2023 ini. Tak hanya perintah yang terus berupaya agar produksi pertanian di Gunungkidul terus meningkat dan beberapa kendala dapat tertangani dengan maksimal. Namun dari berbagai pihak juga turut berkontribusi dalam peningkatan produksi pertanian di Bumi Handayani.

Seperti halnya yang dilakukan oleh tokoh ternama yakni Sutrisna Wibawa, Sumanto dan Koperasi Jaringan Jasa Usaha Bersama. Bantuan subsidi pupuk sebanyak 10.000 ton akan digelontorkan ke petani di Kabupaten Gunungkidul.

“Saya bersama pak Sumanto memiliki keinginan untuk pengentasan kemiskinan di Kabupaten Gunungkidul. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan perhatian ke hulu yaitu kepada petani,” papar Sutrisna Wibawa, saat ditemui Padukuhan Kwangen Lor, Kalurahan Pacarejo.

Berita Lainnya  Tambahan 2 Warga Girisubo dan 1 Warga Semanu, PDP Yang Meninggal Dunia Jadi 11 Orang

Dijelaskan, bantuan 10.000 ton pupuk ini akan diserahkan secara bertahap untuk petani di seluruh wilayah Gunungkidul. Untuk saat ini lebih dari 50 ton pupuk telah diserahkan ke kelompok tani di beberapa padukuhan dan kalurahan.

“Program bersama dengan koperasi ini dimaksudkan untuk membantu sedikit meringankan beban petani, sebab selama ini banyak yang mengeluh tentang keterbatasan pupuk dan harga pupuk yang cukup tinggi. Kemudian juga berupaya untuk peningkatan hasil produksi pertanian,” ucap dia.

“Kalau untuk sekarang kami berikan secara gratis, tapi kedepan tentu tidak. Kami kedepan juga berupaya memilah apa yang menjadi kebutuhan petani, misal bibit atau bagaimana penanganan pasca panen (penjualan) dalam bentuk mentah, setengah jadi atau sudah siap edar akan kami bantu pasarkan. Namun tentu dalam jumlah besar karena operasi ini kan nasional,” ujar mantan Rektor UNY yang sekarang menjabat sebagai ketua Koperasi Jaringan Jasa Usaha Bersama ini.

Berita Lainnya  Ubah Lahan jadi Lebih Produktif, Petani Muda Klayar Kembangkan Agrowisata

Dengan program tersebut, isu kemisikinan daerah nasional dan sedikit demisedikit teratasi. Dijelaskan sekitar 80% penduduk Gunungkidul berprofesi sebagai petani. Hal itu menunjukkan bagaimana pentingnya penguatan di sektor pertanian sebagai sumber perekonomian warga dan daerah.

Hal senada juga diungkapkan oleh Sumanto, tokoh masyarakat asal Ngawen. Gunungkidul dikenal dengan sektor pertanian, namun para petani masih banyak kesulitan yang dihadapi yakni untuk mendapatkan pupuk. Untuk memecahkan permasalahan yang ada maka koperasi ini siap untuk turut membantu para petani Gunungkidul.

“Pupuk menjadi permasalahan yang sering dihadapi oleh petani, maka dari itu kami cari jaringan yang sekiranya mampu untuk mengentaskan permasalahan yang ada. Termasuk dengan bagaimana kedepan untuk penanganan pasca panen,” papar Sumanto yang merupakan Ketua Bapilu Partai Gerindra ini.

“Banyak keluhan memang yang disampaikan oleh petani. Kami melalui koperasi ini berusaha untuk memecahkan permasalahan yang ada,” tutup Sumanto.

Berita Lainnya  Melongok Joglo Berusia 200 Tahun, Masih Asli Dari Ubin Hingga Genteng

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler