fbpx
Connect with us

Sosial

Penularan di Lingkungan Kerja, Guru SMP Hingga Petugas Puskesmas Terpapar Covid19

Diterbitkan

pada

Purwosari, (pidjar.com)–Seorang guru di SMPN 2 Purwosari terpapar covid19. Adanya kasus tersebut menjadikan proses pembelajaran di sekolah tersebut saat ini kembali dialihkan menjadi daring. Langkah ini dilakukan untuk menghindari penyebaran penularan covid19 di lingkungan SMP N 2 Purwosari. Sebelumnya, tercatat ada dua SMP di Gunungkidul juga harus mengalihkan pembelajaran melalui daring setelah ditemukannya kasus penularan covid19 di lingkungan sekolah.

Selain guru, penularan juga terjadi di Puskesmas 2 Rongkop. Sejumlah pegawai saat ini dinyatakan terkonfirmasi positif. Akibat dari penularan yang terjadi ini, layanan rawat inap di Puskesmas Rongkop 2 untuk sementara ditiadakan. Puskesmas hanya melayani pelayanan pengobatan non rawat inap.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama, Dinas Pendidikan Gunungkidul, Tijan, membenarkan adanya seorang guru di SMPN 2 Purwosari yang terpapar covid19. Dengan adanya kasus tersebut, untuk mengantisipasi penyebaran Covid19 maka diputuskan menghentikan sementara pembelajaran tatap muka di sekolah. Saat ini para siswa untuk sementara kembali menempuh pembelajaran daring.

Berita Lainnya  Jadi Calon Tunggal, Jarot Dipastikan Kembali Pimpin KONI Gunungkidul

“Iya betul, sebelumnya ada dua sekolah sekarang tambah satu,” ucapnya, Selasa (22/02/2022).

Dijelaskannya, guru SMPN 2 Purwosati yang terpapar itu berasal dari Kabupaten Bantul. Yang bersangkutan sendiri selama ini memang nglajo dari rumah ke tempat kerja. Adapun berdasarkan penelusuran awal, penularannya berasal dari anak guru tersebut yang sebelumnya terpapar covid19 dari temannya yang bersekolah di sebuah Madrasah Tsanawiyah di Bantul. Setelah memeriksakan diri, hasilnya menunjukkan bahwa guru tersebut positif covid19 dan harus melakukan isolasi.

“Yang positif ada satu orang guru,” imbuhnya.

Guna menghindari penyebaran meluas dan untuk melakukan tracing, maka sekolah memutuskan menghentikan pembelajaran sampai tracing dan hasilnya selesai dilakukan oleh pihak terkait. Nantinya, hasil tracing akan menjadi dasar pengambilan kebijakan berkaitan dengan metode pembelajaran di sekolah tersebut.

Berita Lainnya  Sering Hujan saat Kemarau, Petani Tembakau Ketar-Ketir

“Sekarang SMPN 2 Purwosari pembelajaran daring, diperkirakan sampai hari Jumat depan,” terangnya.

Ia berharap agar kejadian penularan di lingkungan sekolah tidak terulang kembali sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan optimal. Upaya pencegahan pun tetap terus dilakukan dari dinas dan pihak sekolah. Himbauan agar tetap menjaga prokes dengan ketat serta memperhatikan kondisi kesehatan diri masing-masing terus diberikan.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty memaparkan, berdasarkan hasil tracing, saat ini ada 7 orang pegawai Puskesmas Rongkop 2 yang positif terpapar covid19. Hingga saat ini, masih belum diketahui asal mula dari penularan yang terjadi tersebut.

“Sementara ada 7 orang yang terkonfirmasi positif, proses tracing terus kita lakukan,” papar Dewi.

Meski terjadi penularan di lingkungan kerja, saat ini Puskesmas Rongkop 2 sendiri masih terus beroperasi. Hanya saja, untuk layanan rawat inap sementara ditutup lantaran keterbatasan tenaga medis yang saat ini masih menjalani isolasi mandiri. Pelayanan kesehatan tetap dibuka untuk masyarakat.

Berita Lainnya  Pembuatan Libatkan Penjahit Lokal, BPBD Akan Bagikan Ratusan Ribu Masker ke Masyarakat

“Untuk proses strelisasi sendiri sudah setiap hari dilaksanakan setelah jam pelayanan,” tutupnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler