fbpx
Connect with us

Uncategorized

Banyak Kejanggalan, Belasan Peserta Seleksi Pamong Kalurahan Sampang Protes

Published

on

Gedangsari,(pidjar.com)–Pengisian Jogoboyo di Kalurahan Sampang, Kapanewon Gedangsari diwarnai protes para peserta. Belasan peserta merasa keberatan dengan proses pengisian jabatan tersebut, sebab ditemukan sejumlah kejanggalan. Mereka menuntun utuk kembali membuka CCTV sebagai evaluasi pihak penyelenggara.

Salah satu peserta, Gani Rahman mengatakan, ia bersama 10 orang peserta lainnya melayangkan sebelas poin kejanggalan tiga hari setelah tes ke balai kalurahan. Salah satu poin yang membuat ia dan peserta lainnya yakni media flashdisk yang berisi file contoh jawaban.

“Seharusnya harus dalam kondisi kosong, kemarin ada peserta yang bertanya tetapi disuruh hapus. Nah yang dihapus hanya peserta yang tanya yang lain tidak,” ujar Gani.

Di samping itu, inkonsistensi tata tertib saat ujian praktik cukup menjanggalkan para peserta. Gani memberi contoh yakni dalam tata tertib dimana ujian praktik harusnya 60 menit, tetapi menjadi 90 menit.

“Begitu Pula dengan indikator penilaian seperti apa tidak ada transparansi. Saat pembekalan berbeda sekali dengan saat ujian,” jelas dia.

Ia bersama rekan-rekannya meminta pemutaran kembali CCTV, dan juga flashdisk sebagai media penyimpanan saat ujian disediakan kembali. Ia juga meminta pemerintah kalurahan setempat menghadirkan ahli IT.

Menanggapi tuntutan-tuntutan para peserta ini lantas membuat Lurah Sampang, Suharman melakukan klarifikasi, Rabu (07/10/2020) kemarin. Dalam hal pengisian Jogoboyo ini Suharman menegaskan tidak tahu menahu. Adapun proses seleksinya sendiri sudah ia serahkan sepenuhnya kepada pihak panitia penyelenggara, termasuk dengan flashdisk yang dipermasalahkan oleh peserta.

“Saya bahkan tidak tahu warna dari flashdisk itu, proses ujian praktek juga tidak memantau karena saya tidak boleh masuk ke ruangan ujian selama proses seleksi,” papar dia.

Dikatakan Suharman, pembentukan tata tertib dan juga penilaian sepenuhnya di tangan penyelenggara. Pengujinya juga lima orang dari Sampang yang ia jadikan sebagai penguji malam hari sebelum ujian. Itu ada proses pembentukan tim penguji juga menggunakan proses seleksi.

“Selain lima orang itu kami juga melibatkan akademisi dalam pembuatan soal, kami tunjuk akademisi dari Universitas Janabadra Yogyakarta,” jelas Suharman.

Suharman menyebut proses seleksi mulai dari persiapan hingga pengumuman hasilnya memakan waktu satu bulan. Persiapan meliputi pembekalan pada 12 peserta yang sudah mendaftar seleksi pamong tersebut. Adapun peserta yang dinyatakan lolos ialah Budi Mustofa warga Padukuhan Sidomulyo.

“Anggaran kami hanya sekitar Rp 15 juta untuk proses seleksi ini, untuk itu kami menunjuk akademisi dari UJY, ditambah penguji dari warga kami,” jelas dia.

Ia memastikan proses seleksi dilakukan secara transparan. Suharman sendiri juga mempersilahkan para peserta untuk menempuh jalur hukum apabila tidak puas dengan klarifikasi yang ia lakukan.

“Dalam proses seleksi kami merasa tidak ada yang salah dan ditutupi, jadi seandainya keberatan atau tidak puas dengan klarifikasi kami silahkan menempuh jalur hukum,” tandas dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler