Uncategorized
Banyak Kejanggalan, Belasan Peserta Seleksi Pamong Kalurahan Sampang Protes
Gedangsari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pengisian Jogoboyo di Kalurahan Sampang, Kapanewon Gedangsari diwarnai protes para peserta. Belasan peserta merasa keberatan dengan proses pengisian jabatan tersebut, sebab ditemukan sejumlah kejanggalan. Mereka menuntun utuk kembali membuka CCTV sebagai evaluasi pihak penyelenggara.
Salah satu peserta, Gani Rahman mengatakan, ia bersama 10 orang peserta lainnya melayangkan sebelas poin kejanggalan tiga hari setelah tes ke balai kalurahan. Salah satu poin yang membuat ia dan peserta lainnya yakni media flashdisk yang berisi file contoh jawaban.
“Seharusnya harus dalam kondisi kosong, kemarin ada peserta yang bertanya tetapi disuruh hapus. Nah yang dihapus hanya peserta yang tanya yang lain tidak,” ujar Gani.
Di samping itu, inkonsistensi tata tertib saat ujian praktik cukup menjanggalkan para peserta. Gani memberi contoh yakni dalam tata tertib dimana ujian praktik harusnya 60 menit, tetapi menjadi 90 menit.
“Begitu Pula dengan indikator penilaian seperti apa tidak ada transparansi. Saat pembekalan berbeda sekali dengan saat ujian,” jelas dia.

Ia bersama rekan-rekannya meminta pemutaran kembali CCTV, dan juga flashdisk sebagai media penyimpanan saat ujian disediakan kembali. Ia juga meminta pemerintah kalurahan setempat menghadirkan ahli IT.
Menanggapi tuntutan-tuntutan para peserta ini lantas membuat Lurah Sampang, Suharman melakukan klarifikasi, Rabu (07/10/2020) kemarin. Dalam hal pengisian Jogoboyo ini Suharman menegaskan tidak tahu menahu. Adapun proses seleksinya sendiri sudah ia serahkan sepenuhnya kepada pihak panitia penyelenggara, termasuk dengan flashdisk yang dipermasalahkan oleh peserta.
“Saya bahkan tidak tahu warna dari flashdisk itu, proses ujian praktek juga tidak memantau karena saya tidak boleh masuk ke ruangan ujian selama proses seleksi,” papar dia.
Dikatakan Suharman, pembentukan tata tertib dan juga penilaian sepenuhnya di tangan penyelenggara. Pengujinya juga lima orang dari Sampang yang ia jadikan sebagai penguji malam hari sebelum ujian. Itu ada proses pembentukan tim penguji juga menggunakan proses seleksi.
“Selain lima orang itu kami juga melibatkan akademisi dalam pembuatan soal, kami tunjuk akademisi dari Universitas Janabadra Yogyakarta,” jelas Suharman.
Suharman menyebut proses seleksi mulai dari persiapan hingga pengumuman hasilnya memakan waktu satu bulan. Persiapan meliputi pembekalan pada 12 peserta yang sudah mendaftar seleksi pamong tersebut. Adapun peserta yang dinyatakan lolos ialah Budi Mustofa warga Padukuhan Sidomulyo.
“Anggaran kami hanya sekitar Rp 15 juta untuk proses seleksi ini, untuk itu kami menunjuk akademisi dari UJY, ditambah penguji dari warga kami,” jelas dia.
Ia memastikan proses seleksi dilakukan secara transparan. Suharman sendiri juga mempersilahkan para peserta untuk menempuh jalur hukum apabila tidak puas dengan klarifikasi yang ia lakukan.
“Dalam proses seleksi kami merasa tidak ada yang salah dan ditutupi, jadi seandainya keberatan atau tidak puas dengan klarifikasi kami silahkan menempuh jalur hukum,” tandas dia.
-
Pemerintahan3 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized3 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Peristiwa3 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Peristiwa3 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized4 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Uncategorized2 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized2 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized2 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized3 minggu yang lalu83 Tukik Dilepas ke Laut, Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Penyu
-
Uncategorized2 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
