fbpx
Connect with us

Uncategorized

Banyak Wisatawan Lolos Masuk Pantai, Petugas TPR “Disemprot” Dinas

Published

on

Wonosari, (pidjar.com)–Menyusul mulai banyaknya wisatawan yang berhasil masuk ke kawasan pantai saat masih ditutup untuk sementara lantaran adanya kebijakan penerapan PPKM level 3, Dinas Pariwisata akan menggelar evaluasi kejadian. Termasuk di dalamnya adalah efektifitas penyekatan di lingkungan Pos TPR yang selama ini dilakukan penjagaan. Salah satu yang menjadi pertimbangan adalah momen saat patroli tim gabungan menemukan rombongan yang menggunakan 2 bus pariwisata bisa masuk melalui Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) yang saat itu belum dijaga petugas.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Harry Sukmono, mengungkapkan jika pihaknya telah mendapatkan informasi perihal banyaknya wisatawan yang mulai mengunjungi kawasan pantai selatan. Ia menyampaikan jika pihaknya saat ini tengah fokus melakukan evaluasi dalam hal kegiatan wisata, khususnya jalan tikus yang sering dimanfaatkan untuk mengantar wisatwan ke pantai. Bocornya jalur ini memang menjadi salah satu penyebab utama para wisatawan bisa menerobos masuk.

“Atau bisa juga mungkin pagi masuknya. Mestinya pintu-pintu TPR tersebut sudah dijaga. Kami peringatkan petugas jaga untuk lebih disiplin dalam tugasnya,” ucapnya, Senin (13/09/2021).

Sebelumnya, saat melakukan patroli di sejumlah pantai tim gabungan menemukan banyak wisatawan yang berhasil masuk ke kawasan pantai padahal masih ditutup untuk sementara. Saat operasi tersebut, tim gabungan segera meminta para wisatawan untuk berkemas dan pulang mengingat belum diperbolehkannya objek wisata untuk buka.

Selain itu, Harry mengungkapkan jika pihaknya tengah mempelajari persiapan pembukaan objek wisata melalui ujicoba pembukaan objek wisata di tempat lain. Hal itu menjadi keuntungan lebih untuk mempersiapkan penerapan pembukaan ketika objek wisata di Gunungkidul nantinya telah diperbolehkan buka kembali.

“Kami sudah mulai tanya-tanya ke pengelola Taman Pintar. Mungkin kami perlu juga ke tempat yang lain misalnya kawasan Candi Boko. Harapannya, kita bisa belajar dari mereka sehingga saat Gunungkidul diterapkan hal serupa, kita sudah siap,” sambung Harry.

Adapun yang telah dipelajari dalam ujicoba pembukaan wisata di Taman Pintar Yogyakarta, terdapat penerapan screening wisatawan yang perlu dilakukan. Salah satunya ialah menunjukkan barcode di aplikasi pedulilindungi. Melalui aplikasi ini, dapat diketahui apakah wisatawan sudah divaksin atau belum dan dapat mempercepat upaya tracing.

Sementara itu, saat pidjar.com mengikuti proses patroli oleh tim gabungan, banyak pelaku wisata yang mengeluhkan belum dibukanya objek wisata. Hal tersebut lantaran penutupan objek wisata tidak dibarengi dengan pemberian bantuan kepada pelaku wisata oleh pemerintah.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Kesejahteraan Sosial, Dinas Sosial Gunungkidul, Hadi Hendro Prayoga, mengungkapkan jika tahun ini pihaknya belum bisa memberikan bantuan yang menyasar ke para pelaku wisata. Sebenarnya, pihaknya telah mencoba untuk mengakses berbagai macam potensi sumber dana agar kemudian bisa memberikan bantuan kepada para pelaku wisata. Namun hingga saat ini, hal tersebut tidak dapat terwujud.

“Seperti misalnya kalau usulan dari dana keistimewaan tidak disetujui, karena dana keistimewaan saat ini difokuskan untuk penanganan covid19 di Kalurahan,” beber Hendro.

Ia mengungkapkan jika bantuan bagi pelaku UMKM, termasuk kepada para pelaku wisata pernah diberikan saat awal-awal kasus covid19 di Gunungkidul pada tahun 2020 lalu yang bersumber dari APBD. Namun ia menyampaikan untuk bantuan secara spesifik bagi pelaku wisata belum ada.

“Kalau dari pusat bantuannya memang bersifat umum. Yang khusus pekerja informal belum/tidak ada,” pungkasnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler