Pemerintahan
Banyak Kendaraan Dinas Digunakan Tak Sesuai Fungsi, Pemerintah Akan Berikan Teguran Keras
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pemerintah memberikan kendaraan dinas bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menunjang mobilitas dan ketugasan mereka di pemerintahan. Setiap tahunnya selalu ada anggaran pemerintah yang dialokasikan untuk pengadaan kendaraan dinas. Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Gunungkidul menekankan pada pemegang inventaris kedinasan untuk menggunakan fasilitas negara sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Inventaris ini seharusnya digunakan oleh para pemegang inventaris yakni ASN. Namun demikian, di lapangan sendiri justru ditemukan kendaraan dinas ada yang digunakan oleh anggota keluarga dari ASN tersebut. Misalnya justru digunakan untuk bepergian yang tidak ada kaitannya dengan kedinasan atau ketugasan mereka.
Sering juga ditemukan kendaraan dinas digunakan untuk ke pasar, atau kegiatan dari keluarga ASN tersebut.
Kepala Bidang Aset, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul, Prihatin Eka Widodo mengatakan selama ini berkaitan dengan kendaraan dinas yang digunakan oleh anggota keluarga ASN belum ada laporan. Berkaitan dengan pengawasan sendiri dilakukan oleh instansi masing-masing.
“Selama ini belum ada laporan. Kalaupun memang ada tentu nanti akan kami tegur. Ini menjadi evaluasi bagi kami,” kata Prihatin Eka.

Untuk kendaraan dinas yang dipinjamkan ke pejabat pemerintah memang cukup bervariasi. Dari tingkat lurah sampai dengan pejabat tinggi ada yang mendapatkan inventaris ini.
“Perawatan dan pengawasan itu ranah instansi. Kami melakukan pengadaan dan penarikan bagi kendaraan yang usianya sudah lampau,” jelasnya.
Tahun ini misalnya, pemerintah melakukan pengadaan 39 unit sepeda motor yang disebar di beberapa instansi. Kemudian mobil berbagai jenis sesuai dengan kebutuhan untuk bupati, kendaraan operasional OPD dan lainnya.
“Tahun ini yang belum jadi pengadaan adalah kendaraan dinas untuk ketua dewan karena anggaran di refocusing. Kemudian kita juga lakukan penarikan kendaraan dinas yang usianya sudah tua,”tambah dia.
Saptoyo mengatakan, dari pemerintah hampir setiap tahunnya pemerintah mengalokasikan anggaran untuk pengadaan kendaraan dinas, baik sepeda motor maupun mobil dan jenis lainnya. Hal ini disesuikan dengan kebutuhan masing-masing kebutuhan dari organisasi perangkat daerah.
Selama ini, pengawasan dilakukan oleh OPD masing-masing. Begitu pula untuk perawatan dan hal-hal lainnya dilakukan secara pribadai oleh pemegang inventaris.
“Pengawasan dilakukan instansi masing-masing. Meski begitu kita tekankan dalam penggunaannya sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku,” tutupnya.
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 hari yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized2 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
-
Uncategorized2 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized2 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized2 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized1 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
