fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Kluster Perkantoran Rawan Terjadi, Pemerintah Batasi Perjalanan Dinas dan Tekankan Protokol Kesehatan

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Saat ini masyarakat sedang diarahkan untuk melakukan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) pada masa pandemi covid19. Para pekerja yang sebelumnya dituntut untuk bekerja dari rumah kini berangsur kembali ke kantor. Baik pekerja pemerintahan maupun swasta di Gunungkidul dipastikan sudah kembali beraktivitas di kantor dan melakukan perjalanan dinas.

Kasus klaster perkantoran memang sudah semestinya diantisipasi. Terlebih, munculnya trecing ini di wilayah DKI Jakarta.

Namun demikian, antisipasi klaster perkantoran ini belum menjadi fokus utama Dinas Kesehatan Gunungkidul. Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, pihaknya saat ini tengah fokus menyelesaikan kasus positif tenaga kesehatan. Sehingga perlu kesadaran bagi para karyawan baik di instansi pemerintahan maupun swasta untuk mematuhi protokol kesehatan ini.

“Kami sedang berangsur menyelesaikan internal pada fasilitas kesehatan,” ucap Dewi, Jumat (07/07/2020).

Bilamana dimungkinkan, lanjut Dewi, kedepan pihaknya juga akan melakukan swab masal di perkantoran. Tentu saja apabila Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mengizinkan swab masal ini. Secara garis besar, dikatakan Dewi, masyarakat sudah memahami bagaimana protokol kesehatan. Namun kembali lagi kepada masing-masing individu akan patuh atau tidak.

“Saya kira di kantor-kantor sudah menerapkan protokol kesehatan. Hanya saja ada beberapa kasus, kami lihat justru saat bekerja itu jalankan protokol kesehatan, tapi di luar jam kerja seperti saat makan bersama, diabaikan,” imbuh dia.

Protokol kesehatan ini harus secara konsisten dipatuhi dimanapun dan kapanpun. Dewi memberi contoh, seperti halnya di fasilitas kesehatan Puskesmas, petugas saat memberikan layanan menggunakan Alat Pelindung Diri lengkap. Namun saat pasien sudah habis dan jam kerja selesai dilepas.

“Saat jam makan petugas banyak yang kumpul, sudah saya ingatkan semua Puskesmas itu konsisten,” jelas Dewi.

Memang, dalam pencegahan harus ada ada kesadaran untuk solider. Meskipun saat jam tidak bertugas.Dewi menegaskan, protokol kesehatan pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru merupakan harga mati. Semua harus mematuhi.

“Semua harus menggunakan masker, jangan bersentuhan, jaga jarak sering cuci tangan, kalau mau rapat ya tetap harus diatur bisa dengan telekonference,” tandasnya.

Kluster perkantoran ini rawan terjadi. Mengingat sekarang ini ASN sudah diperbolehkan melakukan perjalanan dinas. Tidak sedikit ASN yang mulai melakukan perjalanan dinas ke berbagai wilayah, mulai dari Jakarta, Bandung, Jawa Tengah dan daerah-daerah lainnya.

Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi mengatakan, pihaknya menghimbau agar ASN tetap berhati-hati. Bahkan sesuai dengan surat keputusan yang dikeluarkan oleh Bupati Gunungkidul beberapa waktu lalu menyebutkan perjalanan dinas harus diseleksi dengan baik agar mengatisipasi penyebaran covid.

Pertimbangan juga harus dilakukan, apakah daerah tujuan itu masuk dalam zona hijau, zona kuning, atau bahkan zona merah. Sebisa mungkin, zona merah tidak dikunjungi. Pertimbangan lain adalah mendesak atau tidaknya perjalanan dinas itu, jika sekiranya tidak mendesak maka dapat diurungkan terlebih dahulu.

“Gugus tugas masih menghimbau untuk kita semua berhati2 dalam perjalanan ke kota atau daerah zona merah. Berdasarkan fakta warga yang konfirmasi positif adalah mereka yg punya kaitan dengan perjalanan ke luar DIY terutama yg menggunakan kendaraan umum,” ujar Immawan.

Sementara itu, Sekretaris Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah, Rudianto memastikan, pegawai di lingkungan Pemkab Gunungkidul mematuhi protokol kesehatan saat bekerja di kantor. Saat ini masing-masing OPD juga sudah memberikan standar layanan masing-masing.

“Karyawan wajib menggunakan masker, lokasi cuci tangan di tempat strategis, jika misal layanan dengan masyarakat ada lokasi untuk layanan tersendiri,” tutupnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler