fbpx
Connect with us

Sosial

Baru Berumur Dua Tahun, Truk Pemadam Milik Damkar Sudah Rusak

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Potensi terjadinya peristiwa kebakaran di Gunungkidul masih cukup tinggi. Puluhan kasus kebakaran terjadi setiap tahun di Gunungkidul. Pada tahun ini, tercatat ada 43 kasus kebakaran terjadi baik berupa lahan, rumah dan gudang industri kayu. Namun dengan tingginya potensi tersebut, saat ini tidak diimbangi dengan adanya peralatan pemadam yang dimiliki oleh Damkar Wonosari. Terlebih saat ini, terdapat satu unit mobil yang mengalami kerusakan.

Kepala Kantor Pemadam Kebakaran Wonosari, Diyono mengakui, saat ini terdapat satu mobil pemadam yang mengalami kerusakan. Kerusakan sendiri sudah terjadi sejak 4 bulan terakhir. Padahal, mobil tersebut masih terhitung baru dan dibeli pada tahun 2017 silam. Anggaran pembelian mobil pemadam senilai miliaran ini sendiri diambilkan dari APBD Gunungkidul.

“Satu unit mobil pemadam yang paling baru milik kami mengalami kerusakan pada gear box PTO (Power Take Off) penggerak pompa,” kata Diyono, Jumat (13/12/2019).

Ia mengatakan, dalam perbaikannya, pihaknya mengalami kendala. Sudah sejumlah bengkel didatangi namun belum ada yang berhasil memperbaiki. Akan tetapi, ia berpendapat bahwa hal itu tidak mempengaruhi kinerja pemadam saat melakukam proses pemadaman meski saat ini hanya tersisa satu unit truk pemadam tua dan dua buah mobil tangki sebagai penyuplai air.

“Masih ada 1 mobil pemadam dan dua tangki. Saat ini masih cukup sesuai dengan jadwal piket anggota ada 3 sopir untuk mengendarai mobil milik kami,” terang dia.

Dipaparkannya, kendala yang dihadapi dalam pemadaman kasus kebakaran di Gunungkidul sendiri adalah kondisi geografis. Dalam hal ini ialah jarak tempuh yang lumayan jauh jika pemadam dari Wonosari harus menuju lokasi pinggiran.

Berita Lainnya  Upaya Memerangi Penyakit Stunting Yang Diderita Ribuan Bayi Gunungkidul, Ibu Belia Jadi Penyumbang Terbanyak

“Sehingga sangat diperlukan kita memiliki pos pembantu,” tutur dia.

Terkait dengan keberadaan Pos Pembantu Pemadam Kebakaran (Postu Damkar) di Gunungkidul. Pasalnya, kondisi geografis cukup luas namun sampai saat ini pengerjaannya belum dilakukan.

Pada tahun ini pihaknya telah mengusulkan adanya pembangunan postu di wilayah Gunungkidul. Adapun lima lokasi tersebut nantinya diharapkan mampu menjangkau sejumlah lokasi di Gunungkidul.

“Rencananya ada di Karangmojo, nanti di situ dapat mengampu Semin, Semanu dan Ponjong. Kemudian di Saptosari, dapat mengampu Paliyan, Panggang, Purwosari. Kemudian di Tanjungsari, untuk mencakup Tanjungsari dan Tepus. Di Rongkop, nanti mengampu Rongkop dan Girisubo kemudian di Patuk, Gedangsari dan Nglipar,” terang Diyono.

Ia menjelaskan, saat ini Damkar telah memiliki lahan di wilayah Karangmojo yang telah dilakukan pembenasan oleh Dinas Pertanahan dan Tata Ruang. Namun demikian, hingga kini pembangunan belum juga dilaksanakan.

“Saat ini masih mandeg, belum tahu sampai mana perkembangannya,” kata dia.

Nantinya kantor pemadam kebakaran akan di pindah ke komplek pusat perkantoran di wilayah Siraman. Sedangkan bekas perkantoran tersebut akan digunakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpusatakaan Gunungkidul.

Berita Lainnya  Menelusuri Keberadaan Proyek Crossway di Karangrejek Senilai Ratusan Juta Yang Misterius

Namun ketidak kawatiran Diyono tersebut bertolak belakang dengan apanyang disampaikan oleh Anggota Komisi D, DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho. Ia mengatakan persoalan pemadam kebakaran ini telah lama ia soroti namun belum mendapatkan respon dari Pemkab.

“Sudah sering saya sampaikan, hidran air di depan pasar dan tempat-tempat lain mohon diaktifkan sehingga ketika ada kebakaran maka tidak harus menunggu tim Damkar untuk memadamkan api,” terang dia.

Perkembangan pembangunan kawasan industri di Gunungkidul menurutnya juga harus direspon oleh pemerintah untuk menyediakan fasilitas pemadam yang memadai. Terutama adalah ketersediaan mobil pemadam.

“Armada yang tersedia ada yang rusak, ada yang masih layak jalan tetapi kurang sehingga mohon ditambah,” ungkap dia.

Heri juga menambahkan, terkait dengan pemindahan kantor Damkar harus juga diperhartikan. Sebab menurutnya, lokasi yang strategis menjadi kunci kesuksesan damkar dalam menjinakan api.

“Pemadam harus punya lahan sendiri yang aksesnya mudah, punya bak penampungan air sendiri. Tahun 2020 kantor pemadam malah harus pindah karena lokasinya akan dibangun gedung arsip. Semoga pindahan ini tidak menggangu tugas kewajiban pemadam kebakaran,” kata Heri.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler