fbpx
Connect with us

Sosial

Satu Ular Betina Tertangkap, Warga Kepek Terus Buru Indukan Kobra

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Teror kemunculan ular kobra di wilayah Padukuhan Kepek I, Desa Kepek, Kecamatan Wonosari dalam beberapa waktu terakhir memang membuat warga cukup resah. Atas keresahan tersebut, warga berinisiatif membongkar talud yang diduga menjadi tempat bersembunyi ular dengan bisa mematikan itu.

Pembongkaran talud sendiri merupakan inisiatif warga setempat yang telah resah dengan kemunculan ular kobra sejak beberapa waktu lalu. Warga bergotong royong membuka tumpukan batu berlapis cor semen itu.

Sesekali warga nampak mundur menjauhi reruntuhan batu yang mereka bongkar. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi jika ada temuan ular yang kemudian sewaktu-waktu dapat menyerang mereka.

Dukuh Kepek I, Sukirno mengatakan, warga terpaksa membongkar talud tersebut untuk mengetahui keberadaan asal muasal dari anakan ular kobra yang selama ini masuk ke permukiman warga. Selain itu, dengan pembongkaran talud ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan warga yang melintas di sekitar talud tersebut.

“Jadi ular-ular itu mulai keluar sejak Senin (2/12/2019) pekan lalu mas, yang pas pertama itu muncul 3 ekor anakan ular kobra. Dari 3 ular itu, 2 masuk ke dalam kamar dan 1 ada di teras rumah warga,” ucap dia, Jumat (13/12/2019).

Untuk menanggulangi kemunculan ular tersebut, warga sebelumnya juga sudah meminta bantuan pawang ular untuk menelusuri di mana lokasi bertelur indukan ular cobra. Setelah dilakukan penelusuran, diduga telur anakan cobra itu berada di dalam talud.

Berita Lainnya  Bersama Berjuang Membahagiakan Anak Yatim Piatu Bersama Komunitas Berbagi Untuk Negeri

“Karena pawang ularnya itu bilang, kalau talud ini bisa jadi tempat strategis bertelur ular. Yasudah, terus hari ini mulai kami bongkar taludnya. Apalagi yang punya (talud) telah mengizinkan,” katanya.

Sukirno menambahkan, sampai dengan saat ini, belum ada warga yang menjadi korban dari kemunculan ular tersebut. Namun demikian, ada 1 keluarga yang terpaksa mengungsi karena takut akan kemunculan ular tersebut.

“Yang punya (talud) mengizinkan karena takut ularnya keluar lagi dan masuk rumah, apalagi dia punya anak 2, satu baru lahir dan satunya umur 3 tahun. Terus karena takut, yang punya rumah sementara mengungsi sampai pembongkarannya selesai,” kata Sukirno.

Pembongkaran ini juga atas dasar terus ditemukannya anakan ular kobra di pemukiman warga. Seperti pada hari Rabu (04/12/2019) silam, muncul lagi 4 ekor anakan ular cobra di salah satu rumah warga. Resah akan kemunculan ular tersebut, warga pun memanggil pawang ular untuk menangkap indukannya.

Berita Lainnya  Pemerintah Gunungkidul Dorong Pengusaha SPBU Bangun Pangkalan di Kawasan JJLS

“Terus kami coba mendatangkan pawang dari bonbin dan komunitas reptil dari Gunungkidul. Setelah dicari, akhirnya indukan ular berhasil ditangkap Kamis (05/12/2019) malam, ular betina itu ditangkap di bawah pohon bambu dekat pekarangan warga,” imbuh dia.

Namun begitu, tertangkapnya ular dengan usia dewasa tersebut tidak membuat kemunculan anakan ular berhenti. Bahkan, Sukirno menyebut bahwa kemarin pada hari Selasa (10/12/2019) warga kembali menangkap 2 ekor anakan ular kobra.

“Total ular yang sudah ditangkap itu ada 22 ekor ular kobra,” katanya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler