fbpx
Connect with us

Sosial

Baru Dilantik, Pengurus PTMSI Gunungkidul Langsung Usung Target Tinggi

Published

on

Semanu,(pidjar.com)–Olahraga tenis meja di Gunungkidul mulai berbenah. Meski hingga saat ini masih belum dikenal khalayak secara luas, namun sederet prestasi mentereng sudah dipersembahkan oleh para atlet tenis meja baik di tingkat daerah, regional, maupun nasional. Sebuah prestasi yang sangat baik sebenarnya apabila dibandingkan dengan kendala serta hambatan yang harus dihadapi oleh para atlet maupun pegiat olahraga ini.

Melihat potensi yang besar ini, target tinggi langsung diusung oleh para pengurus Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Gunungkidul yang baru saja dilantik beberapa waktu silam. Tak hanya sekedar meramaikan, belasan pengurus anyar PTMSI Gunungkidul bertekad untuk tak hanya sekedar berpartisipasi saja, akan tetapi bagaimana caranya nanti tenis meja Gunungkidul bisa menghasilkan atlet-atlet berlevel nasional hingga internasional.

Ketua Umum PTMSI Gunungkidul, Slamet S.Pd, MM memaparkan, untuk mewujudkan target ini, pihaknya memang tak main-main dalam melakukan perekrutan pengurus. Sejumlah orang muda yang benar-benar fresh dan memiliki integritas direkrut dan dipilih sebagai pengurus. Dihaparkan dengan adapanya perpaduan pengalaman dari para pengurus senior serta junior ini, tenis meja yang selama ini tidak terlalu dikenal bisa semakin memasyarakat.

“Kalau sudah populer di masyarakat, kita tidak akan kesulitan mencari atlet-atlet potensial. Saat ini lebih dari separuh pengurus yang ada memang merupakan generasi muda dan pegiat olahraga tenis meja,” beber Slamet, Senin (13/08/2018) siang.

Berita Lainnya  Gunungkidul Lebihi Target Nasional Imunisasi MR

Sebagai target awal dalam rapat kerja pengurus yang langsung digelar usai pelantikan, pihaknya langsung berupaya untuk menggaet Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul dalam ikut mengembangkan olahraga tenis meja. Slamet berharap agar dengan kerjasama ini, nantinya di setiap sekolah bisa tersedia papan lapangan tenis meja dengan peralatannya. Hal ini sangat krusial dalam memasyarakatkan sekaligus melakukan pembibitan olahraga tenis meja.

“Tidak usah sekaligus, bisa skala prioritas saja dan bertahap. Tap harapan kami nantinya setiap sekolah bisa mempunyai lapangan tenis meja,” tandasnya.

Gunungkidul sendiri memiliki potensi yang sangat besar. Pihaknya memiliki atlet-atlet junior yang bahkan menjadi juara di tingkat provinsi. Ada pula atlet Gunungkidul yang saat ini masuk seleksi untuk penjaringan event internasional. Sederet prestasi ini disebutkan Slamet menjadi bukti bahwa atlet Gunungkidul bisa berprestasi. Dengan perhatian penuh, maka ia yakin tidak lama lagi, tenis meja bisa menjadi gantungan prestasi dan mengharumkan nama daerah.

Yang tak kalah penting dan menjadi prioritas juga adalah masalah pembinaan. Saat ini di Gunungkidul keberadaan club tenis meja masih belum merata. Tidak semua kecamatan memiliki klub yang berlatih secara rutin. Ketiadaan fasilitas tempat latihan disebutkan Slamet menjadi penyebab mengapa hal ini terjadi. Ke depan, ia akan berkomunikasi dengan pemerintah agar bisa diizinkan meminjam gedung-gedung pemerintah yang tidak terpakai untuk dijadikan tempat latihan.

Berita Lainnya  Ribuan Warga Salat Ied di Alun-alun Wonosari, Umat Diminta Tetap Lakukan Kebaikan Meski Ramadan Telah Lewat

“Sampai saat ini kita tidak punya tempat latihan yang tetap,” imbuh dia.

Sementara itu, Ketua Pengda PTMSI DIY, Bagyo Rahmadi menambahkan, ia percaya bahwa atlet Gunungkidul memiliki peluang tinggi untuk berprestasi. Sejauh yang ia lihat, setiap atlet di Gunungkidul memiliki kerja keras serta ulet ketika bermain. Melawan atlet Gunungkidul selalu tidak mudah bagi atlet dari daerah lainnya yang memiliki keunggulan skill.

“Dengan adanya etos semacam ini, kalau ditambah dengan skill yang mumpuni, atlet Gunungkidul bisa sangat berbahaya. Kita akan dorong kompetisi untuk lebih ditingkatkan guna meningkatkan kemampuan serta iklim kompetisi dari para atlet tersebut,” tutur dia.

Ia meminta kepada para pengurus di Gunungkidul agar serius dalam bekerja mengembangkan olahraga tenis meja di Gunungkidul. Pembinaan utamanya difokuskan kepada kadet yunior dan pemula.

Namun demikian, ia tak memungkiri bahwa untuk bisa meraih prestasi, tidak hanya tanggung jawab dari para pengurus maupun pelatih saja. Peran orang tua sangat besar dalam ikut mengembangkan kemampuan atlet.

“Kalau bisa ya sekolah pinter, tenis meja juara,” ucapnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler