Pemerintahan
Bayi Kembar Dempet Banjir Perhatian, Wakil Bupati Akan Kunjungi Langsung Ajak Kepala Dinas
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kisah pilu yang harus dialami kembar dempet, Meyka Sahyana dan Meyka Sahyana, warga Padukuhan Pabregan, Desa Sumberejo, Kecamatan Semin mendapatkan simpati besar dari berbagai kalangan masyarakat. Bantuan terus mengalir kepada kedua putri pasangan Eka Handayani (26) dan Ari Sahyana (27) ini.
Tak hanya dari kalangan masyarakat umum, perhatian lebih juga diberikan oleh Pemkab Gunungkidul terkait dengan nasib Meysa dan Meyka. Bahkan rencananya, Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi akan mengunjungi secara langsung ke kediaman kedua bayi malang ini.
Ditemui pidjar-com-525357.hostingersite.com, Immawan Wahyudi mengatakan, pihaknya telah mendapatkan laporan terkait adanya warga Gunungkidul yang mengalami kembar siam. Laporan ini sendiri telah ditindak lanjuti dengan koordinasi di tingkat pemerintahan.
Immawan menyatakan bahwa ia telah memerintahkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, khususnya Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Gunungkidul agar memberikan perhatian lebih kepada Meyka dan Meysa.
“Sudah ada pantauan khusus dari Puskesmas Semin dan RSUD Wonosari. Saat ini saya dengar juga sudah ada dari RSUP Sardjito juga memantau secara khusus,” kata Immawan, Jumat (28/09/2018) siang.
Immawan merencanakan akan mengunjungi secara langsung Meyka dan Meysa. Saat ini ia tengah menyesuaikan jadwal.
“Yang jelas saya akan langsung berkunjung. Kalau perlu nanti semua Kepala Dinas terkait saya ajak,” beber dia.
Wakil Bupati tak memungkiri bahwa Pemkab sangat terbatas dalam memberikan pertolongan kepada Meyka dan Meysa terkait operasi pemisahan. Biaya yang cukup besar menjadi alasan utama keterbatasan tersebut. Meski begitu, Pemkab akan melakukan koordinasi dengan Pemda DIY maupun pemerintah pusat terkait nasib kedua bayi kembar dempet ini.
“Kita akan memberikan bantuan kebutuhan sehari-hari mungkin atau seperti apa dan bagaimana nanti sedang dikoordinasikan dengan OPD terkait,” tandasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Gunungkidul, Imam Taufik mendesak agar pemerintah bisa mengambil langkah cepat untuk membantu Meyka dan Meysa. Meski begitu, ia sadar jika dalam penanganannya, khususnya untuk operasi pemisahan, Pemkab Gunungkidul tidak mungkin berjalan sendirian. Harus ada koordinasi dengan Pemda DIY.
Imam memaparkan bahwa penanganan untuk operasi pemisahan Meyka dan Meysa sebenarnya bisa menggunakan anggaran Jamkesos dari Pemda DIY.
“Apalagi saat ini baru terpakai sedikit (anggaran Jamkesos), masih ada puluhan miliar,” katanya.
Perhatian yang cepat dan tepat ditegaskan Imam harus dilakukan lantaran hal ini menyangkut kelangsungan hidup dari kedua bayi tersebut. Untuk operasi pemisahan yang diperkirakan menelan dana hingga miliaran ini, memang dibutuhkan penanganan khusus dan juga anggaran khusus.
“Saya memohon pemerintah bisa bertindak cepat. Ini adalah operasi kemanusiaan,” tutupnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Meyka dan Meysa adalah bayi kembar dempet yang lahir pada Mei 2018 lalu. Saat lahir, kedua bayi tersebut menempel di bagian perut dan kaki. Baik Meyka dan Meysa memiliki organ yang lengkap, seperti misalnya jantung, paru-paru, maupun yang lainnya. Akan tetapi diketahui bahwa keduanya hanya memiliki satu usus besar.
-
Uncategorized4 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized2 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized4 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized2 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
event2 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Sosial2 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Uncategorized4 minggu yang lalu149 Karya Inovatif ASN hingga Pelajar Gunungkidul Ramaikan Krenovamaskat Pelita Indah 2026
-
Uncategorized4 minggu yang lalu“Diri dan Liyan”, Ruang Perjumpaan Diri, Leluhur, dan Ingatan dalam Karya Dhewantara Manurung
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pemerintahan2 minggu yang laluKekeringan Meluas, 92.055 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Krisis Air Bersih
