Pemerintahan
Beban Berat Ratusan Ribu Masyarakat Gunungkidul Dilanda Bencana Kekeringan di Tengah Pandemi
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kesulitan mengakses air bersih saat musim kemarau bukanlah merupakan hal baru di Gunungkidul. Setiap tahun pada musim kemarau, sebagian besar masyarakat selalu dihadapkan pada masalah tersebut. Sumber-sumber air yang biasanya dapat diambil untuk keperluan rumah tangga, kini mulai mengering. Praktis warga yang tak mendapatkan layanan sambungan rumah tangga untuk saluran air kelabakan dalam memenuhi kebutuhan mereka. Sebagian warga terdampak terpaksa harus membeli air bersih dari tangki swasta maupun mengandalkan bantuan dropping air.
Kekeringan pada tahun 2021 ini mungkin dirasakan cukup berat bagi sebagian kalangan masyarakat. Meski hujan sempat ada, akan tetapi situasi pandemi yang merusak sektor ekonomi membuat daya beli masyarakat mengalami penurunan cukup drastis. Di Gunungkidul sendiri, dampak kekeringan diperkirakan dirasakan oleh lebih dari 100.000 warga yang tersebar di hampir seluruh kapanewon di Gunungkidul.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edy Basuki mengungkapkan, tahun ini diprediksi dampak kekeringan akan meluas. Ia menyampaikan jika dari 18 Kapanewon yang ada di Gunungkidul, hanya 2 Kapanewon yang diperkirakan relatif akan bebas dari masalah kekeringan. Adapun dua kapanewon itu adalah Kapanewon Ponjong dan Kapanewon Karangmojo.
“Kami hitung-hitung ada sekitar 127.404 jiwa di Gunungkidul yang berpotensi mengalami krisis air pada musim kemarau kali ini,” terang Edy, Sabtu (24/07/2021) siang.
Menurut catatan BPBD Gunungkidul, hingga saat ini telah ada 10 Kapanewon yang telah mengajukan bantuan air bersih. Adapun kapanewon-kapanewon tersebut adalah Kapanewon Girisubo, Tepus, Tanjungsari, Rongkop, Semin, Panggang, Paliyan, Saptosari, Wonosari, dan Patuk.
“Kami mencatat sudah sebanyak 692 tangki air bersih telah disalurkan ke masyarakat sejak pertangahan bulan Juni lalu,” sambungnya.
Lebih lanjut, Edy mengungkapkan, pihaknya pada tahun ini mendapat anggaran untuk menyalurkan air bersih sebesar Rp 700 juta. Anggaran tersebut akan digunakan untuk menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 2.200 tangki kepada masyarakat. BPBD Gunungkidul sendiri dalam penyaluran air bersih menggunakan lima unit mesin pompa dan lima armada tangki.
Selain peran dari BPBD, Edy berharap sejumlah kapanewon yang telah mempunyai anggaran sendiri untuk penanggulangan krisis air agar mengadakan distribusi air secara mandiri. Hal itu agar nantinya tidak ada dobel distribusi air bersih dan kuota BPBD bisa digunakan untuk membantu kawasan lain.
“Kami terus berkoordinasi agar tidak ada tumpang tindih bantuan air bersih ke masyarakat,” tutupnya. (Roni)
-
Uncategorized3 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized4 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya3 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized2 minggu yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized2 minggu yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
-
Uncategorized2 minggu yang laluManajer KDKMP Sudah Ditempatkan di Gunungkidul, Beberapa Kalurahan Belum Punya Gerai
-
Uncategorized4 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Sosial3 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized3 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized3 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 minggu yang laluSerangan Binatang Liar Ancam Ternak di Wilayah Selatan Gunungkidul, Warga Diminta Waspada
