fbpx
Connect with us

Peristiwa

Beberapa Hari Terdengar Suara Gemuruh, Sumur Milik Ngatini Akhirnya Ambles

Diterbitkan

pada tanggal

Karangmojo,(pidjar.com)–Fenomena tanah amblas kembali terjadi di Gunungkidul. Kejadian ini menimpa sebuah sumur milik Ngatini, warga Padukuhan Plumbungan, Desa Gedangrejo, Kecamatan Karangmojo pada Selasa (07/04/2020) kemarin. Sebelum amblas, di sekitar sumur tersebut terdengar suara gemuruh sejak beberapa hari terakhir.

Informasi yang berhasil dihimpun, sumur tersebut berada di sebelah kiri belakang rumah milik Ngatini. Sebelum sumur amblas, beberapa warga sempat mendengar suara gemuruh dari dalam tanah. Saat itu, di wilayah Gedangrejo memang tengah diguyur hujan yang cukup lebat.

“Tiga hari sebelum amblas itu terdengar suara gemuruh dari dalam tanah,” kata warga yang tinggal tak jauh dari rumah Ngatini, Edi Eko Purwanto, Rabu (08/04/2020).

Peta Sebaran Status COVID-19 di Kabupaten Gunungkidul
*Credits: https://bit.ly/statCovGK (updated)

Edi yang juga Ketua RT 05 Plumbungan menambahkan, pada Selasa siang, sekitar pukul 14.00 WIB sumur yang memiliki kedalaman sekitar 15 meter itu amblas ke dalam tanah dan membentuk kubangan. Dirinya menjadi saksi amblasnya sumur tersebut sebab ia melihat dengan mata kepalanya sendiri.

Berita Lainnya  Bobol SD Negeri, Pencuri Gasak Alat Elektronik dan Uang Infaq

“Kebetulan saya melihat langsung sumur itu amblas ke dalam tanah, suaranya glur gitu, hingga siang ini suara gemuruh masih terus terdengar,” sambung dia.

Saat ini, sumur sudah tidak terbentuk karena sudah berbentuk persegi mirip kolam dengan lebar sekitar 2,5 meter dan panjang sekitar 3 meter dengan kedalaman sekitar 2 meter. Warga sendiri berinisiatif menutup lubang dengan berbagai dedaunan dan pohon pisang. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan petugas kepolisian untuk memasang garis polisi agar masyarakat tidak mendekat.

“Awalnya amblesan hanya di sekitar bibir sumur, sekarang terus melebar. Kami sudah menghubungi BPBD agar bisa segera ditangani,” kata Eko.

Sementara itu, pemilik sumur, Ngatini mengatakan, sumur miliknya tersebut sudah dibuat sejak 30 tahun silam. Adapun kedalaman sumur miliknya adalah sekitar 15 meter. Sumur itu biasa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Sekarang sumur sudah tidak bisa dipergunakan lagi. Sehari-hari, untuk kebutuhan air, saya minta ke tetangga,” ucap Ngatini.

Dia berharap segera ada solusi berkaitan dengan kejadian ini. Hal ini lantaran, sumur yang amblas itu hanya berjarak beberapa metar dari rumahnya. Sehingga jika lebaran semakin meluas, dikhawatirkan akan merusak rumah miliknya.

Berita Lainnya  Lupa Matikan Kompor, Warung Bakso Ludes Diamuk si Jago Merah

“Semoga ada penanganan dari pemerintah,” harap dia.

Sementara Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Edy Basuki memaparkan, pihaknya sudah mengirimkan petugas untuk melakukan periksaan. Dia memperkirakan sumur ambles karena sinkhole. Kemungkinan di bawah tanah ada gua.

“Sudah dicek, nanti kita koordinasikan dulu terkait penanganan lebih lanjut,” jelas Edy.

Sebagai informasi, selama 3 bulan terakhir selama 2020 sudah belasan titik di Kabupaten Gunungkidul muncul sinkhole. Munculnya sinkhole karena luruhnya tanah di permukaan karena air hujan yang menumpuk. Air dan tanah masuk masuk melalui ponor atau lubang lubang alami jalur air permukaan masuk ke lorong bawah tanah. Kemunculan lubang ini merupakan hal biasa, karena karakteristik Gunungkidul yang merupakan pegunungan karst.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler