fbpx
Connect with us

Sosial

Belajar Menanam Anggrek Agar Bisa Mekar Maksimal

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Menanam tanaman hias, bagi sebegian orang bisa dianggap sebagai kegiatan sangat sepele. Namun, agar nantinya mendapatkan hasil yang maksimal, diperlukan trik khusus untuk penanaman agar tanaman tersebut mampu berbunga indah nan menyegarkan mata.

Tanaman hias yang saat ini tengah digandrungi masyarakat salah satunya ialah tanaman anggrek. Ternyata, untuk membuat bunga Anggrek bermekaran membutuhkan teknik khusus.

Wahyono, salah seorang praktisi bunga menjelaskan, ada dua tipe penanaman anggrek yang disarankan, yakni menanamkan di pot, dan menanamkannya dengan ditempel di batang pohon.

“Untuk penanaman di dalam pot disarankan untuk menggunakan pot dari tanah liat yang mempunyai lubang-lubang kecil berdiameter sekitar dua cm. Adanya lubang-lubang tersebut akan membantu sirkulasi udara serta mempermudah aerasi dan drainase,” ucap praktisi bunga asal Tawangmangu tersebut saat memberikan pelatihan budidaya penanaman tanaman hias di tengah masyarakat Padukuhan Madusari, Desa Wonosari, Minggu (01/12/2019).

Lebuh lanjut ia mengatakan, media tanam yang cocok untuk bunga anggrek bisa dari campuran seperti pecahan batu bata atau genteng, batang pakis, serutan atau potongan kayu, sabut kelapa, dan arang kayu. Setelah pot terisi media tanam, berikutnya siapkan bibit anggrek yang diperoleh dari toko pertanian dalam kemasan botolan berukuran 1 cm. Tanam bibit anggrek langsung pada pot yang sudah berisi media tanam.

Berita Lainnya  Merananya Hidup Mbah Senen, Tidur Hanya Beralaskan Kayu, Sekedar Piring atau Gelas pun Tak Punya

“Untuk menanam anggrek di batang pohon, sebaiknya pilih pohon yang cukup rindang sehingga intensitas cahaya matahari tetap diperoleh dalam takaran sedang dan tidak terlalu berlebih,” imbuhnya.

Untuk perawatannya pun, menurut dia cukup sederhana. Seperti tanaman pada umumnya, bunga anggrek juga membutuhkan siraman air. Saat menyiraminya, harus dipastikan air tidak tercampur dengan zat kimia berbahaya.

“Jika musim panas tiba, disarankan menyiram anggrek dua kali sehari, namun saat penghujan, anggrek baiknya dipindahkan ke dalam ruangan agar tidak terkena air hujan karena dapat memicu pembusukan akar,” beber Wahyono.

Sementara untuk pemupukan, harus diberikan sesuai takaran. Pupuknya pun khusus, dan hanya bisa didapatkan di toko penjual pupuk bunga.

Berita Lainnya  Beraset Ratusan Miliar, PD BPR BDG Ditarget Bupati Bebaskan Rakyat Gunungkidul Dari Jerat Rentenir

“Untuk takarannya pun harus sesuai petunjuk,” ujar dia.

Di samping itu, seperti tanaman lain, Anggrek juga membutuhkan pencahayaan sinar matahari yang cukup. Sehingga jika ditempatkan di dalam ruangan, juga harus disediakan pencahayaan.

Sementara itu, Sekretaris Desa Wonosari, Ubaidilah mengungkapkan, pelatihan ini merupakan salah satu wujud implementasi dari pemanfaatan dana desa di wilayanya. Pihaknya memilih pelatihan membuat tanaman hias atas usulan dari warga setempat.

“Di sini memang banyak ibu-ibu yang hobi berkebun, mereka meminta untuk diadakan pelatihan,” tandas Ubaidillah.

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler