fbpx
Connect with us

Peristiwa

Belasan Bangunan di Girisubo Terendam Banjir, Satu Jembatan Putus

Published

on

Girisubo,(pidjar.com)–Hujan dengan intensitas tinggi membuat belasan bangunan di Kalurahan Songbanyu, Kapanewo Girisubo terendam air. Selain itu, satu jembatan penghubung turut terputus. Diduga banjir ini terjadi akibat curah hujan yang tinggi.

Panewu Anom Girisubo, Arif Yahya mengatakan, genangan air sendiri terjadi dikarenakan curah hujan yang cukup tinggi mengguyur wilayah Girisubo sejak Sabtu (30/01/2020) siang kemarin. Akibatnya, wilayah yang berada di daerah cekungan seperti di wilayah Kalurahan Songbanyu tergenang air setinggi 2,5 meter.

Pihaknya mencatat sedikitnya ada 13 bangunan fasilitas umum dan rumah warga terendam banjir. Bahkan fasilitas umum seperti bangunan SD, TK PAUD dan juga balai Padukuhan Gabugan Songbanyu turut terdampak.

“Ini memang lokasi langganan banjir. Di Padukuhan Gabugan 2 dilaporkan delapan rumah terendam banjir, kemudian di Gabugan 1 ada bangunan fasum yang terendam,” papar Arif, Minggu (31/01/2020).

Tak hanya itu, banjir juga meruntuhkan jembatan di Kalurahan Songbanyu. Jembatan tersebut menghubungkan Kalurahan Songbanyu dengan ibukota Kapanewon Girisubo.

Bangunan SMP N 1 Girisubo yang terletak di Padukuhan Duwet, Kalurahan Jerukwudel, Kapanewon Girisubo dilaporkan terendam air. Dari dalam ruangan, seluruh perabot seperti meja dan kursi terendam air.

“Warga harus memutar lewat Jawa Tengah atau Jalur Selatan tembus ke Sadeng namun kondisi jalan sangat jelek, ini kami koordinasi dengan BPBD Gunungkidul,” jelasnya.

Di wilayah Pelabuhan Sadeng sedikit terdampak. Namun hingga Minggu pagi ini dilaporkan sudah sedikit surut.

“Hingga pagi ini, kondisi di beberapa wilayah yang terendam banjir belum surut total, kami sedang melakukan persiapan pembersihan ketika air surut,” pungkas Arif.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler