Peristiwa
Ke Pasar Bawa Uang Mainan, Perempuan Paruh Baya Diamankan Petugas
Semanu,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Pedagang dan pembeli di Pasar Munggi, Kslurahan Semanu, Kapanewon Semanu sempat digegerkan dengan adanya seorang perempuan yang membawa ratusan lembar uang palsu, Selasa (05/09/2023) siang. Petugas kepolisian langsung sigap mengamankan peremupan tersebut, namun setelah dilakukan pemeriksaan ternyata yang bersangkutan merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Kapolsek Semanu, AKP Pudjijono mengungkapkan, pagi tadi seorang perempuan paruh baya berkeliling di Pasar Munggi, Kapanewon Semanu. Saat itu, ia bertransaksi menggunakan uang pecahan Rp 2 ribu. Setelah bertransaksi, beberapa orang memperhatikan sebuah kantong yang dibawa dan ternyata kantong tersebut berisi uang mainan.
Untuk mengantisipasi uang mainan tersebut digunakan bertransaksi, para pedagang kemudian mengamankan T dan kemudian melaporkan ke pihak berwajib. Setelah kembali dicek, memang benar ratusan lembar uang di kantong plastik yang dibawa merupakan uang mainan. Adapun pecahannya yakni Rp 100 ribuan, Rp 75 ribuan, Rp 10 ribuan.
“Saat dicek memang bawa uang mainan,” kata Kapolsek.
Perempuan ini pun kemudian diamankan di Polsek Semanu untuk dilakukan pemeriksaan. Namun saat ditanya, yang bersangkutan seolah tidak nyambung. Tak ada identitas yang dibawa, hanya saja saat ditanya asalnya, ia mengaku bila berasal dari Semarang Jawa Tengah.

“Inisialnya T, mengaku dari Semarang,” imbuhnya.
Polisi menduga perempuan ini merupakan ODGJ. Koordinasi dengan Dinas Sosial pun kemudian dilakukan, beberapa saat kemudian tim datang untuk melakukan penjemputan terhadap T.
“Iya, ODGJ. Tadi kemudian kami serahkan ke Dinas Sosial untuk pemeriksaan kejiwaan dan penanganan lanjutan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Rehabilitasi Anak dan Tuna Sosial, Dinsos Kabupaten Gunungkidul Riyanto saat dikonfirmasi membenarkan telah menerima seorang ODGJ yang membawa uang mainan di Pasar Munggi. Setelah dilakukan koordinasi dan penjemputan, T kemudian dibawa ke Jogja untuk penanganan lanjutan
“Dibawa ke Camp Assessment Dinsos DIY,” sambung Riyanto.
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized6 hari yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized3 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized2 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized2 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized2 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
