fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Belasan Jenis Tumbuhan dan Satwa Endemik Gunungkidul di Ambang Kepunahan

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Gunungkidul merupakan kawasan yang memiliki keanekaragaman hayati yang cukup tinggi, baik tumbuhan maupun satwa. Namun saat ini, ada beberapa tumbuhan endemik Gunungkidul yang berada di ambang kepunahan. Guna melestarikan spesies endemik ini, pemerintah mulai membentuk sejumlah Taman Kehati yang tersebar di beberapa kapanewon.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Aris Suryanto menuturkan, ada 13 jenis spesies endemik Gunungkidul yang berada di ambang kepunahan. Diantara spesies yang berada di ambang kepunahan, yang terbanyak berjenis tumbuhan. Diantaranya adalah Pulai (Alstonia scholaris), Wuni (Antidesma bunius), Huru Sintok (Cinnamomum sintoc), Jamblang (Eugenia cumini), Kepel (Stelechocarpus burahol), dan Kepuh (Sterculia foetida), Ara (Ficus racemosa), Elo (Ficus glomerata), Kalpataru / Bodhi (Ficus religiosa), Kesambi (Schleisera pinnata) dan Ashoka (Saraca indica)..

“Saat ini sudah berada di ambang kepunahan, jadi kami sebut sebagai spesies yang sudah langka,” beber Aris Suryanto, Rabu (02/06/2021).

Spesies-spesies endemik ini menurut Aris saat ini berada di ambang kepunahan. Adapun ada beberapa penyebab dari persoalan ini. Diantaranya adalah kepunahan ini disebabkan karena terbatasnya jumlah spesies tersebut. Kemudian juga, tidak ada upaya budidaya yang dilakukan oleh pihak tertentu sehingga tidak ada regenerasi dan kemudian jumlahnya punah. Guna menjaga spesies-spesies langka ini, pihaknya menginisiasi pembentukan Taman Keanekaragaman Hayati (Taman Kehati).

“Sudah ada Taman Keanegaragaman Hayati yang berdiri di beberapa kapanewon untuk melakukan melestarikan tanaman endemik Gununungkidul,” kata Aris Suryanto.

Saat ini, sudah ada 4 Taman Kehati di Gunungkidul. Diantaranya adalah Taman Kehati Wonosadi di Duren, Beji, Ngawen; Taman Kehati Sengon di Kenis, Purwodadi, Tepus; Taman Kehati Jurug di Danggolo, Purwodadi, Tepus yang ketiganya didirikan sejak 2015. Kemudian pada tahun 2017 silam, juga berdiri Taman Kehati Eroniti di Kapanewon Ponjong.

“Di Taman Kehati ini ada 77 jenis tumbuhan asli Gunungkidul, termasuk juga 13 tanaman yang sudah langka, semoga bisa lestari,” imbuh dia.

Proses budidaya dilakukan oleh petugas di setiap taman tersebut. Dengah harapan agar ke depan tanaman asli Gunungkidul dapat kembali lestari.

“Masyarakat umum boleh berkunjung ke taman ini untuk mengenal tanaman-tanaman yang banyak tidak diketahui. Begitu pula dengan cara budidayanya. Ini bisa menambah wawasan edukasi sekalian berwisata,” jelasnya.

Selain tanaman, pihaknya juga mendata keanekaragaman hayati endemik karst Gunungsewu yang ada di Gunungkidul yang sudah dalam kategori langka. Satwa-satwa ini diantaranya adalah Kepiting Karst (Karststarma jacobsoni), Kalajengking Karst tak berekor (Sarax javanica) serta Udang Karst (Macrobrachium poeti).

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler