Pemerintahan
Belasan Ternak Dari 2 Kapanewon Yang Mati Mendadak Positif Anthraks
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Balai Besar Veteriner Wates menyatakan terdapat belasan ternak yang positif anthraks. Belasan ternak yang terdiri dari sapi dan kambing tersebut berasal dari 2 wilayah yaitu, Kapanewon Ponjong dan Gedangsari. Selain penanganan terhadap lingkungan hewan tersebut, ada puluhan warga di 2 wilayah ini yang dipantau oleh petugas kesehatan.
Kepala BBVet Wates, Hendra Wibawa mengatakan, pada pertengahan Desember 2022 lalu, pihaknya sudah melakukan uji laboratorium pada hewan yang mati secara mendadak. Sampel yang diuji laboratorium tersebut tenyata menunjukkan hasil terkonfirmasi positif bakteri anthraks. Berdasarkan investigasi petugas BBVet Wates Yogyakarta bersama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, terdapat belasan ternak yang positif anthraks.
“Ada kematian ternak sebanyak 15 di wilayah Gunungkidul yaitu di Ponjong dan Gedangsari,” papar Hendra Wibawa, Senin (31/01/2022) usai melakukan koordinasi dengan Bupati Gunungkidul beserta jajarannya.
Dari jumlah tersebut, 5 sapi dan 2 kambing mati berasal dari Kalurahan Gombang, Kapanewon Ponjong sementara 6 sapi dan 2 kambing dari Hargomulyo Kapanewon Gedangsari. Menurutnya di Kalurahan Gombang ini berbeda lokus dari beberapa tahun sebelumnya. Laporan yang ada sejak pertengahan Desember lalu dan laporan resmi serta investigasi pada Januari ini.
Pihaknya kemudian merekomendasi segera dilakukan penanganan mulai dari obat, vaksinasi terhadap sapi dan kambing di sekitar lokasi yang terpapar ini. Jika penanganan cepat dan tepat, tentunya penyebaran tidak akan semakin meluas dan langsung terhenti.

“Dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan sangat sigap, saya rasa kalau penanganan tepat, 3 sampai 4 minggu sudah tidak ada paparan lagi dan dapat terkendali,” jelasnya.
Rekomendasi lain yang diberikan adalah, pemerintah melakukan penyetopan sementara waktu aktifitas keluar masuk hewan di lokasi kasus tersebut. Pengawasan lalu lintas pada hewan yang keluar masuk di Gunungkidul lebih diperketat.
“Masyarakat perlu mewaspadai dan mengenai ciri-ciri yang mana ternak tiba-tiba terengah-tengah karena membutuhkan oksigen dan tiba-tiba mati,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Gunungkidul, drh. Retno Widyastuti mengatakan, penanganan sendiri sudah dilakukan oleh petugas kesehatan hewan. Belasan ternak tersebut mati sudah sejak 14 Desember 2021 silam dan kematian terakhir terjadi pada Jumat (28/01/2022) kemarin.
“Kita tahu setelah ada keluhan dari warga yang tiba-tiba sakit kulit dengan ciri-ciri seperti terpapar anthraks. Langsung kami lakukan investigasi di lapangan,” jelas drh Retno.
“Ternak yang masih hidup kita beri vitamin dan injeksi kemudian 2 minggu lagi kita lakukan vaksinasi. Kemudian untuk lokasinya kita lakukan penyiraman formalin,” kata dia.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengungkapkan dari 2 kalurahan tersebut ada 13 warga di Kalurahan Gombang dan 10 orang.warga Kalurahan Hargomulyo yang mengeluarkan ciri-ciri atau gejala suspek terpapar anthraks. Seperti misalnya ada luka pada kulit seperti membengkak (melepuh). Sampel sendiri sudah diambil dan baru diuji laboratorium di Bogor.
“Dari 23 itu ada 1 yang kami rujuk ke RSUD karena luka yang dialami. Sedangkan sisanya masih di rumah,” terang Dewi Irawaty.
“Pengawasan juga kami lakukan pada puluhan warga lain di 2 wilayah tersebut yaitu mereka yang bersentuhan langsung (makan, menyembelih, memegang). Pengawasan bersama dukuh dan petugas dilakukan selama 120 hari, jika tidak ada gejala berarti sudah tidak ada paparan,” tutupnya.
-
Uncategorized6 hari yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized5 hari yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Sosial2 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized4 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Uncategorized3 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized2 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized2 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Pemerintahan2 minggu yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Peristiwa4 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Uncategorized1 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
-
Uncategorized3 hari yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemuda 22 Tahun Ditemukan Gantung diri di Dapur Rumah
