fbpx
Connect with us

Peristiwa

Benarkan BW Ikut Pertemuan Pendamping, Koordinator PKH Gunungkidul: Tidak Membahas Pilkada

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari,(pidjar.com)–Viralnya foto percakapan di grup whatsapp yang menyebut bahwa penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) akan lebih sejahtera jika memilih pasangan calon tertentu mendapat berbagai reaksi dari sejumlah pihak. Dinas Sosial yang menaungi program ini kemudian mengambil langkah untuk melakukan klarifikasi terhadap pendamping PKH di Kapanewon Gedangsari yang dirumorkan mengarahkan masyarakat untuk memilih paslon tertentu itu.

Kepala Dinas Sosial Gunungkidul, Siwi Iriyanti mengungkapkan, pasca merebaknya kabar dan screenshot foto chat grup itu, pihaknya langsung memerintahkan koordinator Pendamping PKH untuk segera melakukan klarifikasi terhadap yang bersangkutan. Pihaknya juga berkoordinasi dengan Panewu Gedangsari.

“Sudah kami lakukan klarifikasi terhadap pendamping PKH dan Panewu di Gedangsari. Bahwasanya dalam pertemuan itu tidak ada pembicaraan pendamping PKH yang mengarahkan pada paslon tertentu. Di rekaman itu juga bukan suara pendamping PKH,” kata Siwi, Rabu (18/11/2020).

Adapun pihaknya memastikan, sesuai dengan peraturan yang berlaku para pendamping PKH telah berkomitmen untuk tidak terlibat dalam politik praktis. Tidak pernah ada yang mengarahkan penerima program PKH untuk memberikan dukungan ke paslon tertentu.

“Tidak pernah ada yang mengarahkan ke paslon tertentu. Pendamping harus netral, kemarin sudah dikonfirmasi dan dikuatkan jika itu bukan dari pihak pendamping,” jelasnya.

Sementara itu, Koordinator Pendamping PKH Gunungkidul, Herjun Pangaribowo menambahkan, sejak awal sudah ada ketentuan bahwa SDM PKH harus netral. Atas viralnya chat grup itu sudah dilakukan klarifikasi.

Berita Lainnya  Mobil 9 Penumpang Oleng di Jalur Panggang-Imogiri, Tabrak Tugu Hingga Terperosok ke Jurang

“Kemarin sudah klarifikasi dan disanggah, ada rekamannya juga jika itu bukan pendamping PKH. Dalam grup itu juga tidak ada pendamping PKH,” paparnya.

Menurut Herjun, dalam kesempatan itu, pendamping PKH hanya menyampaikan jika mengingatkan bahwa besok tgl 9 Desember 2020 ini, Kabupaten Gunungkidul punya hajatan pemilihan bupati. Untuk itu, masyarakat diminta jangan golput dan memilih pemimping yang sesuai hati nurani masing-masing.

“Sudah selesai diklarifikasi karena bukan pendamping. Itu (Satria) kami tindaklanjuti karena sudah bukan ranah kami, apakah itu KPM PKH atau pihak-pihak lain,” imbuh dia.

Disinggung mengenai Bambang Wisnu Handoyo pernah ikut dalam pertemuan PKH di Gunungkidul beberapa waktu lalu, Herjun membenarkannya. Ia memgungkap tanggal 28 Agustus 2020 silam, ada agenda dari Dinsos DIY dalam rangka rakor PKH kabupaten yang merupakan agenda tahunan.

Berita Lainnya  Heboh di Desa Pulutan, Seorang Warga Setempat Mengaku Tangkap Tuyul

Kala itu, Bambang Wisnu hadir dalam kapasitasnya sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset DIY. Pada kegiatan tersebut membahas data kemiskinan di Gunungkidul dan peran pendamping PKH dalam meningkatkan kesejahteraan KPM PKH. Ditegaskannya, dalam pertemuan ini tidak sekalipun menyinggung perihal Pilkada.

Sementara itu, aktifis dari LSM Jerami Gunungkidul, Rino Caroko menanggapi viralnya screenshot chat grup itu sebagai strategi politik dari pasangan tertentu. Dengan viralnya tersebut dapat mematikan lawan atau paslon lain, bisa juga menjadi sebuah hujatan bagi pendamping.

“Kalau yang memviralkan itu tentu bagian dari strategi politik. Kenapa saya bilang strategi politik, jabatan pendamping kan strategis ada banyak sekali penerima program tersebut,” paparnya.

Berkaitan dengan integritas pendamping, menurut dia sejak awal ada pakta integritas dalam instansi termasuk pendamping PKH. Di mana mereka telah ada perjanjian khusus berkaitan dengan tidak diperbolehkannya terjun dalam politik praktis. Jika terbukti, tentu itu telah melanggar kode etik.

Berita Lainnya  Banjir Sempat Rendam Puluhan Rumah Warga, Sejumlah Warga Masih Diungsikan

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler