fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Berawal Gemas Lihat Mobil Wisatawan Lalu Lalang, Sumanto Sukses Kembangkan Kebun Kelengkeng Beromset Ratusan Juta

Diterbitkan

pada

Semanu,(pidjar.com)–Pariwisata Gunungkidul memang begitu moncer sejak beberapa tahun terakhir ini. Namun dengan tingkat kunjungan yang mencapai jutaan wisatawan setiap tahunnya, masyarakat yang merasakan dampaknya hingga saat ini belum merata di seluruh wilayah. Maka dari itu, pemerintah kemudian mendorong masyarakat untuk mencoba peruntungan dari sektor lain. Salah satunya adalah pertanian dan perkebunan yang juga perlahan meningkat drastis.

Agar konsep wisata dan perkebunan ini dapat diterapkan secara maksimal, salah seorang warga Padukuhan Gunungkunir, Kalurahan Candirejo, Kapanewon Semanu, Sumanto membuat terobosan membuka sebuah agrowisata petik kelengkeng. Konsep agrowisata ini ia buka di kebunnya.

Kepada pidjar.com, Sumanto menuturkan bahwa latar belakang dirinya berani membuat terobosan ini adalah melihat hilir mudik kendaraan wisatawan. Dirinya memiliki prinsip tidak ingin sekedar menjadi penonton lalu lalang kendaraan yang lewat depan rumahnya. Ia berkeinginan daerahnya juga dapat menjadi salah satu tujuan atau paling tidak alternatif sebelum menuju kawasan pantai. Dari situlah ia lantas memiliki ide untuk membuat agrowisata.

Berita Lainnya  Dibimbing Mahasiswa UGM, Masyarakat Jetis Rintis Budidaya Lobster Air Tawar

Sekitar tahun 2017, Sumanto menanam 138 pohon kelengkeng di lahan seluas 2000 meter persegi. Ia menanam dengan system tanam dalam bis beton sehingga kebutuhan air dan pupuk bisa terkontrol. Setelah 4 tahun tumbuh, ternyata sudah bisa panen 3 kali. Pada panen kedua dirinya bahkan berhasil memanen buah kelengkeng hingga mencapai 350 kilogram dengan harga jual Rp 30.000 per kilogramnya.

Jumlah panen sendiri terus meningkat. Pada tahun ketiga, rerata satu batang pohon miliknya mampu menghasilkan 15 sampai 20 kilogram buah. Sementara pada tahun keempat, tepatnya di 2021 kemarin, dirinya bisa memanen hingga 33 kilogam kelengkeng per batangnya. Dengan panen yang semakin besar ini, membuat Sumanto terus berusaha mengembangkan kebunnya. Tahun ini, ia kembali menambah 35 batang pohon baru di lahan yang masih tersedia.

Berita Lainnya  Basmi Spora, Tanah Lokasi Ternak Positif Antraks Segera Disemen

Kegigihan Sumanto sendiri mendapatkan apresiasi dari Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul. Sekretaris DPP Gunungkidul, Raharjo Yuwono menyebut bahwa konsep kebun kelengkeng milik Sumanto sangat berhasil.

Ia menjelaskan, perawatan yang diterapkan sendiri juga sangat mudah agar tanaman bisa tumbuh bagus dan berbuah. Untuk pemupukkannya dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan dosis 200 gram per pohon dengan pupuk NPK.

Untuk pemasaran sendiri, pemilik kebun diketahui bekerja sama dengan Penggiat Subur Bumi komunitas dan komunitas lainnya. Pemasaran sendiri tak hanya melulu mengenai penjualan hasil buah saja, akan tetapi juga dikonsep pariwisata dengan pengunjung bisa langsung memetik buah di kebun kelengkeng. Saat ini, mulai banyak tamu yang datang untuk berwisata memetik buah kelengkeng. Dengan langsung berhadapan dengan konsumen, maka pemilik lahan sendiri bisa menjual hasil buminya dengan lebih optimal.

Berita Lainnya  Terdampak Kekeringan, Warga Rongkop Gali Tanah di Telaga Untuk Dapatkan Air

“Ini merupakan inovasi yang potensial, petani dan masyarakat umum di Gunungkidul kami dorong dan berikan pendampingan untuk bisa berinovasi dalam sektor perkebunan dan pertanian,” jelas Raharjo, Kamis (20/01/2022).

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul tahun 2021 kemarin menggelontorkan bantuan untuk pengembangan horti khususnya penanaman kelengkeng di beberapa lokasi. Di antaranya 40 hektare di wilayah Semin, 20 hektare di Patuk dan 10 hektare di Semanu. Sebenarnya daerah yang dikenal tandus ini sangat cocok untuk mengembangkan beragam tanaman pangan serta hortikultura atau perkebunan.

“Kelengkeng, alpukat, pisang, jambu, jeruk dan buah lainnya sangat cocok di Gunungkidul dan sudah banyak yang mengembangkannya,” tutup Raharjo.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler