fbpx
Connect with us

Sosial

Berhasil Sajikan 5657 Porsi, Rekor Pembuatan Mie Pecah di Gunungkidul

Published

on

Wonosari, (pidjar.com)–Antusiasme masyarakat Gunungkidul untuk ikut serta menjadi saksi gelaran pemecahan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) pengolaan bakmi jawa sangat besar. Jumat (21/06/2019) sore tadi, belasan ribu masyarakat memenuhi kawasan Alun-alun Wonosari tempat lokasi pemecahan rekor. Acara yang merupakan kerjasama antara Pemkab Gunungkidul dengan Bank BPD DIY ini sendiri merupakan salah satu rangkaian peringatan HUT Gunungkidul ke-188. Selain sukses besar dalam meraup animo masyarakat, kegiatan ini juga sukses memecahkan rekor MURI. Ribuan porsi bakmi berhasil dibuat dan disantap secara beramai-ramai oleh warga.

Antusiasme masyarakat yang besar rupanya menular kepada 47 pedagang bakmi yang tergabung dalam Paguyuban Manunggal Jaya. Dengan kerja keras selama 1 jam 20 menit, para pedagang tersebut berhasil membuat 5657 porsi bakmi jawa. Jumlah ini melebihi target panitia yang sebelumnya hanya menargetkan sebanyak 5.500 porsi.

“Kami telah melakukan verifikasi dari pengajuan panitia 5.500 porsi sedangkan terhitung ada 5.657 porsi yang berhasil dimasak,” kata Manager MURI, Ariani Siregar, Jumat malam.

Lebih lanjut Ariani mengatakan, rekor ini sendiri langsung dicatat oleh MURI. Berdasarkan catatannya, rekor ini telah diabadikan di urutan rekor yang ke 9.030 yang pernah dibuat.

“Sudah juga kami catat di urutan rekor dunia,” ujar Ariani di atas panggung yang langsung disambut riuh oleh warga masyarakat yang hadir.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Badingah yang turut hadir dalam acara ini mengucapkan terima kasihnya kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya acara sekaligus pemecahan rekor. Badingah mengaku takjub dengan antuiasme masyarakat Gunungkidul yang sangat besar dalam meramaikan gelaran ini. Hal ini menurut Badingah adalah bukti kecintaan warga kepada Gunungkidul tercinta.

“Terimakasih masyarakat sudah mencintai Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dengan menghadiri event yang kami selenggarakan. Kami ucapkan juga kepada Bank BPD DIY yang telah menjadi sponsor utama acara ini,” papar Badingah.

Sekretaris Panitia Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul, Susila Marwanta menambahkan, pecahnya rekor ini diharapkan semakin menancapkan eksistensi bakmi jawa sebagai makanan khas Gunungkidul. Bakmi jawa menurutnya memiliki potensi yang luar biasa dan bisa menjadi peluang bagi masyarakat Gunungkidul. Hal tersebut karena olahan bakmi jawa yang khas dan memiliki citarasa khusus hanya ada di Kabupaten Gunungkidul.

“Dengan ini agar nantinya bakmi jawa memang kami upayakan untuk dikenal seiring dengan pesatnya perkembangan wisata di Kabupaten Gunungkidul,” kata dia.

Menurutnya, panitia memilih angka 5.500 karena sebelumnya, Balikpapan sudah memecahkan rekor olahan mie sebanyak 5.000 porsi. Atas berbagai pertimbangan kemudian disepakati untuk menambah 10% dari rekor yang tercipta sebelumnya.

“Namun sangat luar biasa ternyata para pedagang bisa memasak lebih banyak dari target yang kami putuskan,” jelasnya.

Raut sumringah juga nampak dari Direktur Utama Bank BPD DIY, Santoso Rohmad. Ia sangat berharap agar nantinya event ini, bisa memajukan masyarakat Kabupaten Gunungkidul. Dengan semakin dikenalnya bakmi jawa secara luas melalui pencatatan di rekor MURI, maka akan sangat berguna dari segi promosi. Bakmi jawa dengan berbagai potensinya bisa dikembangkan dan menjadi kuliner wajib yang diburu oleh para wisatawan yang berkunjung ke Gunungkidul.

“Semoga memberikan manfaat kepada semua elemen masyarakat,” ujar Santoso.

Salah seorang pedagang bakmi yang turut dalam kegiatan ini, Sumiyarto mengaku turut bangga dengan dilibatkannya dia dalam prosesi pemecahan rekor MURI ini. Sengaja untuk acara ini, ia tak mempeerhitungkan rupiah yang didapat. Semuanya ia lakukan demi ikut mempromosikan bakmi jawa agar semakin menasional.

Menurut Sumiyarto, pada event ini ia mendapatkan anggaran sebesar Rp 1.200.000. Namun ia kemudian membuat sebanyak 120 porsi bakmi.

“Pada hari biasa saya menjual per porsi Rp 12.000. Ya memang tidak untuk tapi untuk nyengkuyung saja biar bakmi jawa makin dikenal,” pungkasnya.

Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler