fbpx
Connect with us

Sosial

Kutukan Dalam Form Surat Miskin Akan Segera Diganti, Ini 2 Draft Opsinya

Published

on

Wonosari, (pidjar.com)–Sejak beberapa waktu usai viral, form surat pernyataan miskin menimbulkan kontroversi di kalangan masyarakat. Pencantuman sumpah agama dalam form surat tersebut di mana menyebut untuk mengutuk masyarakat yang berbohong dianggap terlalu berlebihan. Berkaitan dengan hal ini, pemerintah terus menindaklanjuti kecaman ini dengan rencana penggantian form yang telah diedarkan ke kecamatan dan desa ini. Saat ini, terdapat dua opsi perubahan kata dalam surat pernyataan miskin yang akan diberlakukan untuk mengganti surat sebelumnya.

“Awalanya kebijakan tersebut muncul kan untuk mengentaskan kemiskinan, mendisiplinkan masyarakat agar kalau benar-benar tidak miskin ya jangan ngaku-ngaku miskin,” jelas Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gunungkidul, Siwi Iriyanti kepada pidjar.com, Jumat (21/06/2019) siang.

Namun, ternyata terjadi gejolak di tengah masyarakat karena masyarakat menganggap kalimatnya tidak elok sehingga pihaknya akan melakukan penggantian. Menurut Siwi, hal ini sesuai dengan arahan Bupati Kabupaten Gunungkidul dalam pertemuan dengan Bappeda, Dinas Sosial dan Setda Bagian Hukum. Diceritakannya, pertemuan ini beragenda untuk merubah form yang menjadi lampiran pada Peraturan Bupati Nomor 98 Tahun 2017 Tentang Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah Kabupaten Gunungkidul tahun 2017-2022 khususnya dalam pengeluaran Surat Keterangan Tidak Mampu.

“Ada dua opsi surat pernyataan yang akan kami edarkan sebagai rujukan pembuatan KIS, namun masih akan kami diskusikan lagi,” kata Siwi.

Secara detail Siwi membeberkan penggalan kalimat yang akan dirubah pada opsi pertama ialah kata kutukan, khususnya dalam kalimat sumpah untuk seluruh agama. Contohnya pada sumpah Agama Islam yang berbunyi “Demi Allah saya bersumpah, sesungguhnya bahwa keadaan ekonomi keluarga saya miskin. Apabila saya tidak memberikan pernyataan yang sebenarnya, saya akan mendapat kutukan dari Allah SWT”. Pada revisi yang telah dibahas akan diganti “Demi Allah saya bersumpah, sesungguhnya bahwa keadaan ekonomi keluarga saya miskin. Apabila saya tidak memberikan pernyataan yang sebenarnya, saya akan mendapat balasan dari Allah SWT”.

“Atau opsi kedua kelima agama akan kami jadikan satu formnya namun meleburkan kata kutukan,” papar Siwi.

Kedua opsi tersebut saat ini sedang dibahas agar form surat pernyataan yang sudah beredar di seluruh desa di Kabupaten Gunungkidul segera diganti dengan kalimat yang tidak menyakiti hati.

Bupati Badingah beberapa waktu lalu menilai, masyarakat yang benar-benar miskin dan membaca kalimat tersebut akan sakit hati dengan adanya surat ini. Untuk itu, ia menginstruksikan kepada instansi-instansi terkait untuk segera merubah form yang ada.

“Kami upayakan akan segera dirubah agar tidak ada masyarakat yang sakit hati karena form surat pernyataan miskin,” kata Badingah beberapa waktu silam.

Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler