fbpx
Connect with us

Sosial

Berkah Musim Penghujan, Petani Srikaya Tanjungsari Panen Raya

Published

on

Tanjungsari,(pidjar.com)–Sempat mengalami gagal panen tahun 2017 karena cuaca yang buruk, para petani buah srikaya di Desa Ngestirejo Kecamatan Tanjungsari akhirnya bisa tersenyum lebar. Tahun 2018 ini menjadi berkah bagi mereka karena cuaca dinilai cukup bagus dan mendukung hasil buah yang berkualitas baik.

Salah seorang pengepul buah srikaya, Yatno Sukiran, warga setempat mengatakan, memasuki pertengahan bulan Januari tahun ini curah hujan dan sinar matahari sesuai dengan yang diharapakkan. Hal ini cukup membuat buah srikaya dapat berkembang dengan baik. Berbeda dengan tahun lalu dimana cuaca ekstrim membuat srikaya yang ditanam petani menghasilkan kualitas jelek dan bahkan sebagian besar tidak dapat dipanen.

"Tahun ini Desa Ngestirejo mulai memanen buah srikaya. Dalam satu hari, petani yang punya lahan kurang lebih tiga ribu meter persegi, mampu menghasilkan buah srikaya hingga 100 kg," jelasnya, Kamis (18/01/2018).

Sebagian besar hasil panen ini oleh petani dijual ke pengepul buah srikaya di desa setempat. Pasalnya, jika tidak segera laku terjual, buah srikaya yang sudah matang cepat mengalami pembusukan. 

Lantaran hasil panen sangat bagus, pengepul buah srikaya Desa Ngestirejo juga ikut menikmati panen raya. Tak kurang rata-rata satu ton srikaya berhasil diperoleh oleh para pengepul per harinya. Srikaya yang dibeli dari petani ini kemudian disetorkan ke luar daerah seperti Kota Jogja, Sleman, dan Magelang.

"Kami biasanya menjual dengan harga 5 ribu hingga 10 ribu per kilogramnya, tergantung besar kecilnya buah srikaya," ungkap Yatno.

Ia menambahkan, sebagian dari petani juga menjual kembali buah srikaya langsung ke masyarakat. Biasanya mereka membuka lapak di sepanjang jalur wisata.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler