Peristiwa
Berkas Perkara Truk Maut Sambeng Dilimpahkan ke Kejari, Tersangka Minta Maaf Kepada Keluarga Korban
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Tersangka kasus kecelakaan yang menelan 5 korban jiwa di Jalan Sambeng-Ngawen, Padukuhan Batusari, Desa Kampung, Kecamatan Ngawen meminta maaf kepada keluarga korban meninggal dunia, Kamis (20/12/2018) pagi. Darsono, warga Desa Kedungpoh, Kecamatan Nglipar melakukan hal itu lantaran sebentar lagi akan menjalani proses hukum lanjutan.
Diungkapkan oleh perwakilan pihak keluarga, Suprihatini bahwa Darsono menginginkan bertemu dengan keluarga korban lantaran setelah kejadian maut pada pertengahan Oktober 2018 belum sempat melakukan silaturahmi.
“Pak Darsono meminta maaf atas kejadian kecelakaan yang menyebabkan lima orang meninggal dunia,” kata Suprihatin yang juga merupakan Dukuh Nglebak, Desa Katongan, Kecamatan Nglipar itu.
Ia mengatakan, pertemuan yang dilakukan di Kantor Unit Laka Lantas Polres Gunungkidul ini berlangsung cukup haru. Baik tersangka maupun korban memang sebelumnya sudah saling mengenal baik.
“Dari pihak keluarga korban meninggal dunia berharap silaturahmi, persaudaraan yang telah terbangun selama ini tidak terputus akibat musibah yang dialami sebelumnya,” kata dia.

Sementara itu, Kanit Laka Lantas Polres Gunungkidul, Ipda Soni Yuniawan mengatakan bahwa hari ini berkas kasus tersebut dilimpahkan kepada Kejaksaan Negeri Wonosari. Sehingga hari ini merupakan kali terakhir, tersangka untuk bisa bertemu dengan keluarga korban.
“Nanti akan kami kirim berkas P21 nya. Selama ini kan belum pernah bertemu mereka itu sudah hampir dua bulan. Bisa ketemu lagi di persidangan jadi kita fasilitasi hari ini,” kata Soni.
Soni menjelaskan, selama ini Darsono selalu kooperatif dalam pemeriksaan. Namun demikian, proses hukum akan terus berlanjut. Kepada Darsono petugas mengenakan Pasal 310 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
“Dalam pasal tersebut ancaman hukuman maksimalnya 6 tahun penjara dan denda Rp 12 juta,” ujar Soni.
Disinggung mengenai penyebab kecelakaan, Soni mengatakan bahwa faktor utamanya adalah kondisi kendaraan yang kurang layak. Sebab, diketahui kendaraan tersebut sudah beberapa tahun tidak mengikuti cek fisik kendaraan.
“Pertama memang faktor kendaraan karena sudah tidak layak kemudian ditambah kelebihan muatan. Kalau sopirnya sudah berpengalaman akan tetapi dirinya tidak memiliki SIM,” pungkas Soni.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluVaksin PMK Gunungkidul Tersisa 22.975 Dosis, Dikejar hingga Ternak Sasaran Terpenuhi
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluABK Asal Riau Meninggal Saat Melaut di Perairan Kawasan Sadeng
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
