fbpx
Connect with us

Pendidikan

Bingung Proses PPDB Online, SMK N 2 Wonosari Diserbu Ratusan Calon Siswa

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Para siswa yang telah lulus SMP telah mulai melakukan aktivasi akun Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada Senin (22/06/2020) ini. Namun, minimnya sosialisasi membuat banyak siswa maupun wali kebingungan. Alhasil, metode pendaftaran online yang digagas untuk PPDB tahun ajaran ini seakan tak berguna.

Pagi tadi, ratusan siswa SMP mendatangi SMK 2 Wonosari untuk mendaftarkan diri di sekolah tersebut. Meski sebenarnya sudah ada layanan PPDB termasuk tahapannya secara online, namun para siswa kesulitan untuk melakukannya.

Salah seorang wali murid asal Kepanewonan Paliyan, Banu Budiyono menuturkan, pagi ini dia sengaja datang ke posko pengaduan yang dibuka oleh SMK N 2 Wonosari untuk mendapatkan kejelasan berkaitan dengan proses pendaftaran dari putrinya. Dia merasa bingung dengan alur dan proses yang harus dilalui dalam pendaftaran kali ini.

“Sebenarnya sudah mendaftar secara online, cuma bingung verifikasi,” kata dia, Senin siang.

Menurutnya dalam pendaftaran online tersebut, sudah ada petunjuk pendaftaran. Namun dirinya sengaja datang ke ke sekolah untuk mendapat penjelasan serta merasa lebih puas ketika bertemu langsung dengan para operator pendaftaran peserta didik baru kali ini.

Banu menambahkan, dirinya sebenarnya sudah mendapatkan token untuk mengaktifkan akun pendaftaran. Hanya saja setelah memasukkan nomor token tersebut ia merasa kesulitan karena berkali-kali mengalami kegagalan dalam mengaktivasi akun milik anaknya.

“Ya terpaksa saya harus datang langsung ke sini. Biar jelas,” ujar dia.

Dirinya menyatakan, pendaftaran kali ini memang cukup ribet karena menggunakan sistem online di mana tidak semua siswa ataupun wali murid yang memahami tata cara pendaftaran secara online. Meskipun bisa dilakukan di rumah masing-masing, namun nyatanya banyak siswa yang harus datang ke sekolah untuk mendapatkan penjelasan.

Terpisah, Kepala Sekolah SMK N 2 Wonosari, Ahmad Darmadi menuturkan hari ini merupakan hari pertama pengajuan akun yang dilakukan oleh calon peserta didik baru. Proses pengajuan akun dari calon siswa baru dilayani mulai tanggal 22-25 Juni 2020 melalui sistem online.

“Mestinya bisa dilaksanakan secara online, mungkin sosialisasi kurang dan ada yang kurang jelas sehingga mereka memilih datang ke sekolah,” imbuhnya.

Menurutnya, apabila para siswa dan wali membaca panduannya, maka sebenarnya kesalahpahaman atau ketidakmengertian calon peserta didik baru bisa diminimalisir. Hanya saja, memang proses pengaktifan akun nanti akan menunggu persetujuan dari operator itu sendiri.

“Akun menunggu verifikasi oleh operator terus aktivasi akun 29 Juni sampai 2 Juli,” kata Ahmad.

Sejauh ini, karena masih pandemi maka sekolah proses layanan protokol kesehatan. Sebelumnya datang ke sekolah untuk mendapat layanan konsultasi, maka para calon siswa harus sudah mendaftar terlebih dahulu. Hari ini, setidaknya ada 200 siswa yang mendaftar untuk mendapat layanan konsultasi PPDB.

“Sejak awal Juni kami sudah membuka layanan aduan, ada sekitar 300 yang sudah dilayani, sementara yang antri sekitar 600 mereka harus daftar dulu ke google form untuk mendapatkan layananan di SMK N 2,” tandasnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler