fbpx
Connect with us

Pendidikan

Jumlah Lulusan TK Hanya Separuh Dari Kuota, Banyak SD di Gunungkidul Dipastikan Kekurangan Siswa Baru

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Blank spot masih menjadi kendala dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPBD) online SD di Gunungkidul. Seperti yang terjadi di SD Negeri Gunung Gambar, Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunungkidul. Wali murid saat ini masih harus menggunakan sistem manual untuk mendaftarkan anak mereka. Di Gunungkidul sendiri, dipastikan cukup banyak SD yang akan kekurangan siswa. Pasalnya, jumlah kuota yang tersedia di sekolah-sekolah jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah lulusan TK.

Kepala SD Negeri Gunung Gambar, Purno Jayusman mengatakan, sampai dengan saat ini pada hari pendaftaran terakhir, terdapat 7 orang calon siswa baru yang telah mendaftar. Mereka semuanya mendaftarkan secara manual ke sekolah. Hal ini terpaksa dilakukan orang tua lantaran terkendala sinyal.

“Ya ada yang terkendala sinyal, memang sinyalnya kurang bagus disini. Ada juga yang tidak tahu caranya mendaftar,” kata Purno, Rabu (24/06/2020).

Diakuinya, jumlah siswa yang didapat oleh SD Negeri Gunung Gambar memang sangat sedikit. Jumlah 7 orang calon siswa baru ini terbilang kecil dari kuota yang disiapkan sebanyak 28 siswa.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Bahron Rosyid menjelaskan, sampai saat ini belum ada laporan berapa sekolah yang tidak dapat dijangkau sinyal internet. Tetapi, hal itu tidak menjadi masalah lantaran pendaftaran tetap bisa dilayani oleh sekolah.

“Tidak hanya kendala sinyal, orang tua tidak tahu caranya bisa datang ke sekolah itu tidak apa-apa. Di sekolah perkotaan pun banyak orang tua yang datang ke sekolah, dan tidak apa-apa justru malah paham,” ujar dia.

Ia menambahkan, untuk kuota siswa SD pada tahun ini sebesar 16 ribu. Namun jumlah tersebut tidak bisa dipenuhi karena lulusan TK, PAUD hanya berjumlah ribuan. Dengan hal ini, maka dipastikan akan ada banyak sekolah yang mengalami kekurangan siswa.

“Jelas kurang, karena lulusan TK PAUD hanya sekitar 8 ribu dari kuota 16 ribu,” terang dia.

Terpisah, Kepala Diskominfo Gunungkidul, Kelik Yuniantoro menambahkan, kendala sinyal internet masih terdapat di sejumlah wilayah di Gunungkidul. Hal ini dikarenakan kondisi geografis Gunungkidul yang banyak perbukitan tinggi.

“Kebanyakan interferer, jadi ada tower tapi jangkauannya terhalang bukit. Kita itu kendalanya kan memang kondisi geografis, sementara sinyal yang bagus kan yang tidak terhalang,” terang Kelik.

Untuk mengatasi permasalahan ini, pihaknya berusaha membuat jaringan internet seperti yang dilakukan di Jerukwudel, Kapanewon Girisubo, Sriten, Kapanewon Nglipar dan Nglanggeran, Kanapewon Patuk.

“Kita membuat backbone wireless di lokasi tersebut supaya ke depan untuk menymbung internet investasi di tower bisa dipangkas. Namun untuk paket data mobile, ini terkait investasi pihak ketiga, jadi berlaku hukum pasar,” jelas dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler