fbpx
Connect with us

Uncategorized

Blusukan ke Lahan Pertanian, Immawan Wahyudi Bagi-bagi Pupuk

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Sejak hujan turun beberapa pekan lalu masyarakat Gunungkidul yang mayoritas petani langsung melakukan aktivitas pertanian dengan mulai menyebar benih di lahan mereka. Hujan memang sangat ditunggu-tunggu oleh petani Gunungkidul yang mayoritas memang masih mengandalkan sawah tadah hujan. Saat ini, benih-benih tersebut sudah mulai tumbuh dan tentunya membutuhkan asupan gizi dari pupuk agar dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan hasil berkualitas.

Namun, pada awal masa tanam ini, para petani banyak mengeluhkan perihal kelangkaan pupuk bersubsidi. Lantaran sulit mendapatkan pupuk murah ini, para petani banyak yang harus rela untuk membeli pupuk non subsidi yang tentunya berharga lebih mahal.

Prihatin dengan kondisi yang dialami petani, calon Bupati Gunungkidul nomor urut 2, Immawan Wahyudi memilih untuk blusukan ke sejumlah lahan pertanian di Kapanewon Karangmojo pada Jumat (20/11/2020) pagi tadi. Pada kesempatan ini, Wakil Bupati Gunungkidul 2 periode ini membagikan puluhan kilogram pupuk kepada para petani.

Kepada Pidjar.com, Immawan mengatakan, sektor pertanian beberapa tahun terakhir berkembang cukup pesat. Majunya sektor pertanian ini lantaran berbagai hal, mulai dari dukungan pemerintah, distribusi pupuk yang cukup, teknologi, dan utamanya semangat petani Gunungkidul untuk menghasilkan tanaman pangan berkualitas.

Berita Lainnya  Pemkab Bangun 4 Taman Sebagai Ruang Terbuka Hijau

“Patut diapresiasi semangat para pahlawan pangan ini. Mereka berusaha sekuat tenaga dan semaksimal mungkin untuk keberlangsungan sektor pertanian,” kata Immawan Wahyudi.

Blusukan sekaligus bagi-bagi pupuk ini sudah dilakukan Immawan sejak beberapa hari terakhir ini di sela-sela kesibukannya berkampanye. Pada Kamis kemarin, dirinya juga berkesempatan turun ke lapangan untuk mengecek bagaimana kondisi lahan pertanian di wilayah Bunder, Kapanewon Patuk. Ternyata, tanaman padi milik petani sudah mulai tumbuh subur. Kemudian dirinya memberikan bantuan bagi petani beberapa kantong pupuk urea sebagai tambahan pupuk tanaman pangan tersebut.

“Untuk mengurangi beban para petani. Banyak to yang mencari pupuk dan ada yang kesulitan, ya sedikit membantu para pahlawan pangan ini agar mereka lebih maksimal kembali dalam berproduksi dan bercocok tanam,” ucap Wakil Bupati Gunungkidul yang sedang dalam masa cuti tersebut.

Dengan bantuan pupuk yang ia berikan itu, harapannya sektor pergerakan pertanian semakin meningkat lagi. Masyarakat (petani) di wilayah yang ia sasar tidak lagi kesulitan dalam mendapatkan pupuk.

Berita Lainnya  Akan Dihidupkan Sampai Desa, AMPI Dapat Tugas Kembalikan Kejayaan Golkar

Ia juga berpesan kepada para distributor pupuk agar tidak mempermainkan petani yang sangat membutuhkan pupuk di musim seperti sekarang. Harapannya, para distributor tidak melakukan permainan harga dan waktu. Yang ia maksud adalah tidak menaikkan harga pupuk sesuka hati sehingga menjadi mahal dan para petani kelabakan dalam mencarinya.

Kemudian untuk waktu, saya harapkan tidak ada permainan waktu (timbun) sehingga menjadi langka dan mahal,” ucapnya.

Ia memiliki gagasan nantinya, sektor pertanian akan semakin digeliatkan dengan harapan produktifitasnya semakin melimpah. Dengan begitu, kebutuhan pangan (padi/beras) kabupaten Gunungkidul dapat terpenuhi dengan baik. Kemudian juga bisa menyuplai kebutuhan daerah lain. Dengan begitu Gunungkidul menjadi daerah lumbung padi. Hal ini memurut Immawan sangat realistis mengingat perkembangan pertanian yang sangat pesat. Selama masa pandemi ini, sektor pertanian Gunungkidul justru melesat dan menuju nomor satu di DIY.

Tentu tidak hanya padi saja, akan tetapi juga komoditas tanaman pangan, palawija dan lainnya yang jauh lebih maksimal kembali.

“Sektor pertanian harus digarap dengan semaksimal mungkin karena potensinya luar biasa,” pungkas dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler