fbpx
Connect with us

Sosial

Booming Lembah Desa, Jurus Ampuh Dongkrak Ekonomi warga Pulutan

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari,(pidjar.com)– Aspek pariwisata di Gunungkidul dalam beberapa tahun terakhir mulai berkembang. Tak melulu hanya di kawasan pesisir pantai saja, sejumlah lokasi wisata di perkotaan pun mulai muncul. Salah satunya Lembah Desa Pulutan yang mengusung konsep wisata pemberdayaan. Obyek wisata minat khusus ini dikelola oleh Badan Usaha Milik Kalurahan (Bumkal) Maju Mandiri yang menawarkan hamparan sawah nan luas sembari menikmati kuliner hidangan ala pedesaan.

Direktur Bumkal Maju Mandiri, Iskandar, mengatakan jika ide mengembangkan wisata kuliner di tengah persawahan dengan memberdayakan masyarakat setempat sudah muncul sejak tahun 2018 lalu. Pada awalnya, hanya satu gazebo saja yang dibangun di kawasan Lembah Desa Pulutan. Dengan perencanaan dan perhitungan yang matang, ide pengembangan kawasan Lembah Desa Pulutan pun diajukan pada Musyawarah Kalurahan agar mendapatkan penyertaan modal.

“Tahun 2019 mulai dibangun disini, setelah itu muncul pandemi yang membuat drop,” ucapnya saat ditemui.

Berita Lainnya  TNI Peduli Kekeringan, Gandeng Pengusaha Kuliner Salurkan Air Bersih ke Warga Banaran

Dijelaskannya, pembangunan dimulai pada bulan Maret tahun 2022 dengan penyertaan modal dari Pemerintah Kalurahan Pulutan sebesar Rp. 144 juta. Pihaknya kemudian memutar otak untuk mencari sumber permodalan lain guna mendukung pengembangan lembah desa pulutan.

“Modalnya dari Dana Desa dan pihak ketiga, total biayanya itu sekitar Rp. 500 juta,” imbuhnya.

Saat ini, puluhan ribu pengunjung dari berbagai berdatangan setiap bulannya. Tiket yang murah dan pemandangan hamparan sawah menurutnya menjadi penarik warga untuk berkunjung ke lembah desa pulutan. Sesuai konsep pemberdayaan yang Bumkal usung, warga dilibatkan untuk berjualan disana guna meningkatkan pendapatan. Sebanyak 25 kios ditempati oleh warga Kalurahan Pulutan untuk menjajakan kuliner bagi pengunjung.

“Tiket kami murah, hanya Rp. 5 ribu per orang sudah dapat teh poci gratis, kami meratakannya ke semua pedagang disini.  Awalnya memang sulit mengajak pedagang karena masih minim kunjungan, kemudian kita konsep teh poci gratis yang diratakan ke semua pedagang,” ucap iskandar.

Berita Lainnya  Jadi Syarat Kegiatan Masyarakat, Capaian Vaksin Booster Gunungkidul Masih Terendah di DIY

Pihaknya masih berencana akan meluaskan lagi kawasan lembah desa pulutan. Hal itu karena masih tingginya potensi kunjungan ke lembah desa pulutan. Ia mencontohkan seperti pada bulan Januari lalu yang setiap harinya sekitar 1.000 orang berkunjung. Selain itu, perluasan pengembangan juga akan semakin bertambahnya warga yang dilibatkan untuk berdagang sehingga semakin meratanya peningkatan pendapatan yang diperoleh.

“Disini yang dipakai kan tanah kas desa, ini baru sekitar 30% yang dibangun dan masterplan sudah kita gambar. Tahun ini rencananya menambah gazebo serta membangun jalan melingkar sebagai pembatas tanah kas desa dan milik warga. Kami juga berencana menambah wahana permainan untuk anak-anak,” terangnya.

Diakuinya, dalam pengembangan kawasan wisata lembah desa pulutan masih ditemui sejumlah kendala. Ia menyebut masih kurangnya luas lahan untuk parkir kendaraan serta akses jalan yang belum sepenuhnya rata. Ia berharap agar kedepannya hal ini dapat segera diperbaiki agar semakin mengoptimalkan kunjungan warga ke lembah desa pulutan.

Berita Lainnya  Tiga Warga Gunungkidul Meninggal Dunia Akibat Leptospirosis, Kenali Gejalanya

“Pernah ada 12 bus mau masuk tapi karena kendala luas lahan parkir maka tidak bisa,” urai Iskandar.

Sementara itu, Lurah Pulutan, Rusliyanto, mengatakan Pemerintah Kalurahan Pulutan mendukung penuh pengembangan lembah desa pulutan. Pada tahun ini pihaknya menyertakan modal sebesar Rp. 124 juta yang dipergunakan untuk membayarkan gazebo yang sudah dibangun. Menurutnya, keberadaan lembah desa pulutan berdampak positif yaitu dapat mendongkrak pendapatan masyarakat serta pendapatan pemerintah kalurahan.

“Tentu anggaran dari desa untuk penguatan di Bumkal,” pungkasnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler