Pemerintahan
BPS Mulai Terapkan Sensus Penduduk Secara Online
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Tanggal 15 Februari 2020 kemarin Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gunungkidul resmi menyelenggarakan sensus penduduk berbasis onlineh. Di mana memang untuk sensus 10 tahunan kali ini berbeda, pasalnya pemerintah tengah mengujicobakan sistem digital ataupun secara online dengan target partisipasi mencapai 30 persen dari jumlah penduduk yang ada.
Salah seorang warga Banaran, Kecamatan Playen, Andi Setiawan mengatakan selepas adanya pemberitahuan mengenai dimulainya sensus penduduk berbasis online, ia kemudian mencoba pengisi formulir melalui gadget yang ia miliki. Menurutnya memang tak membutuhkan waktu yang lama dalam pengisian formulir sensus penduduk itu.
Tentunya dengan terobosan baru ini, ia menganggap lebih efisien dan efektif dalam segala hal. Mempermudah masyarakat dalam mengisi kolom-kolom yang menjadi bahan sensus.
“Cepet kok ndak susah juga. Yang penting menyiapkan Kartu Keluarga dan Buku Nikah,” terang Andi, Minggu (16/02/2020).
Kepala BPS Gunungkidul, Sumarwiyanto mengatakan, dari BPS masih terus berkoordinasi dengan sejumlah instansi pemerintah terkait. Tak hanya itu, BPS juga mulai aktif terjun ke lembaga pendidikan untuk melakukan sosialisasi.
Pelaksanaan sensus berbasis online sendiri diterapkan mulai pertengahan Februari yakni sejak tanggal 15 kemarin hingga Maret mendatang. Sistem online ini baru dilakukan pertama kali dengan menselaraskan perkembangan jaman dan teknologi yang semakin canggih.
Dalam sensus online ini, masing-masing pemilik gadget dapat membuka web sensus.bps.go.id, kemudian pada kolom isian diisi secara mandiri mengikuti petunjuk yang ada. Adapun di Gunungkidul ditargetkan paling tidak 30 persen dari jumlah penduduk yang ada berpartisipasi dalam sistem baru ini.
“Berkaca pada kondisi di lapangan banyak yang selalu mengoperasionalkan handphone android maupun komputer atau laptop. Kita berani menerapkan sensus online,” tambahnya.
Kemudian, pada bulan Juli mendatang masyarakat yang belum berpartisipasi dalam sistem online tetap akan disensus oleh petugas dengan metode door to doot atau jemput bola. Dengan demikian diharapkan pendataan yang dilakukan dapat lebih merata dan data yang didapat lebih valid kembali.
-
Uncategorized2 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized7 hari yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized4 hari yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
-
Uncategorized4 hari yang laluManajer KDKMP Sudah Ditempatkan di Gunungkidul, Beberapa Kalurahan Belum Punya Gerai
-
Sosial2 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized2 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized2 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized3 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pemerintahan4 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
