Pemerintahan
Buat Nyaman Pengunjung Saat Liburan Akhir Tahun, Saber Pungli Disebar Awasi Pak Ogah dan Warung Nakal
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Masuk di musim liburan akhir tahun, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bersama Polres Gunungkidul berkomitmen tinggi dalam memberikan pelayanan dan kenyamanan bagi pengunjung obyek wisata. Salah satu yang menjadi menjadi fokus pengendaliannya yakni keberadaan Pak Ogah.
Biasanya musim liburan ini, sepanjang jalan menuju obyek wisata memang ditemui sejumlah orang yang membantu mengatur lalu lintas sembari meminta uang suka rela atas jasa yang diberikan. Namun sayangnya, keberadaan Pak Ogah tersebut justru sering membuat wisatawan tidak nyaman lantaran didapati sebagian dari mereka meminta imbalan dengan semena-mena.
Diketahui, tahun-tahun sebelumnya sering didapati anak-anak pun banyak yang ikutan mengatur lalu lintas. Keberadaan mereka sebenarnya memang membatu namun juga sering membuat jengkel lantaran segelintir dari mereka yang sering mengotot dan marah jika tidak diberi uang imbalan.
Kapolres Gunungkidul, AKBP Ahmad Fuady, mengatakan pihaknya telah menyebar ratusan personil untuk bersiaga di jalur-jalur wisata demi membantu pengunjung obyek wisata. Satgas Saber Pungli juga diterjunkan guna melakukan ketugasan agar tidak ada yang dirugikan. Pasalnya selain Pak Ogah yang bermunculan, tak sedikit pula pedagang nakal yang mengambil aji mumpung dengan meraup keuntungan yang memberatkan pembeli.
“Perlu disadari kenyamanan menjadi keutamaan bagi wisatawan. Sekecil apapun hal yang membuat wisatawan tidak nyaman bukan tidak mungkin juga dapat merusak citra kabupaten Gunungkidul,” ungkap AKBP Ahmad Fuady.
Jika sekiranya ditemukan adanya pelanggaran, pihak kepolisian akan mengambil tindakan tegas dengan memproses secara hukum yang ada. Operasi tangkap tangan pun dinerlakukan sebagai imbalan dari perilaku Pak Ogah maupun pedagang nakal yang dengan seenaknya menaikkan harga di ambang batas kewajaran.
Baik pak Ogah ataupun masyarakat lain harus memahami peraturan dan sapta pesona yang ada sehingga tidak membuat pengunjung merasa terganggu. Keberadaan Pak Ogah sebenarnya membantu jika posisinya tepat yakni berada di daerah rawan kecelakaan (tanjakan dan tikungan) atau jalur yang sekiranya minim rambu-rambu lalu lintas.
Menggunakan jalur yang ditentukan oleh petugas di lapangan jauh lebih disarankan, pasalnya tidak sedikit pula masyarakat yang menyediakan jalur alternatif (jalur tikus) namun justru menyesatkan dan tidak berujung pada obyek yang dikehendaki.
“Ini sudah kami koordinasikan tinggal eksekusi di lapangan kedepan. Memang tak main-main demi citra daerah perlu ditegakkan aturan,” imbuhnya.
Dari kepolisian dan Dinas Perhubungan juga telah berkoordinasi dalam pembuatan pos pantau dan unit-unit lain. Penambahan rambu-rambu lalu lintas, perbaikan penerangan jalan umum hingga perbaikan traffic light terus dilakukan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2019 mendatang. Persiapan sudah dilakukan jauh-jauh hari oleh pemerintah daerah.
“Himbauan untuk menaati peraturan atau perintah dari petugas di lapangan juga telah kami lakukan. Pada intinya ini demi keselamatan pengunjung agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tutup dia.
Sementara itu Bupati Gunungkidul, Hj. Badingah, S.Sos mengatakan, demi memberikan jaminan pelayanan yang terbaik dan kenyamanan, Pemerintah Daerah kabupaten Gunungkidul pun telah berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk memberikan pengertian dan pemahaman bagi masyarakat agar dapat memanfaatkan kondisi ini dengan baik namun tidak menimbulkan citra yang buruk.
“Kami sudah koordinasikan dengan pemerintah desa. Karena persoalan Pak Ogah itu kan sifatnya personal jadi pemerintah desa khususnya Kades lah yang harus lebih bergerak,” papar Bupati.
-
Uncategorized16 jam yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized5 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan2 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Pariwisata3 minggu yang laluOnsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi
-
Uncategorized1 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized4 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pemerintahan3 minggu yang laluKekeringan Meluas, 92.055 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Krisis Air Bersih
-
Uncategorized4 minggu yang laluPelaku Pencurian Pompa Sibel dan Kabel Pengairan di Ngawis Berhasil Dibekuk Polisi
