fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Bupati Gunungkidul, Satu-Satunya Kepala Daerah Penerima Penghargaan Champion Daerah

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Sejumlah penghargaan diterima oleh Bupati Gunungkidul, Badingah dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul pada akhir tahun ini. Penghargaan sendiri diberikan atas dasar sejumlah kesuksesan mengatasi permasalahan yang ada.

Baru-baru ini, penghargaan Champion Daerah diberikan kepada Badingah atas capaiannya mengatasi perkawinan di usia anak baik laki-laki maupun perempuan. Dalam hal tersebut Badingah disebut mampu menciptakan program yang mengarah kepada pemenuhan hak-hak anak.

“Perkawinan anak masih menjadi keprihatinan nasional. Untuk itu negara harus hadir dengan upaya yang strategis dan lebih masif dalam menyelesaikan masalah tersebut. Apa yang telah kita capai ini diharapkan mampu terus berlanjut menuju kearah lebih baik,” kata Badingah, Kamis (20/12/2018).

Ia menambahkan, perkawinan anak adalah merupakan pelanggaran atas hak anak yang merupakan bagian dari Hak Asasi Manusia. Pelanggaran hak baik terhadap anak perempuan maupun anak laki-laki dan tentu akan berdampak lebih parah terhadap anak perempuan.

“Karena anak-anak akan rentan kehilangan hak pendidikan, kesehatan, gizi, perlindungan dari kekerasan, eksploitasi, dan tercabut dari kebahagiaan masa anak-anak. Untuk itu kita terus berupaya jangan sampai mereka kehilangan haknya,” imbuh dia.

Perlu diketahui, Kabupaten Gunungkidul merupakan salah satu dari 389 Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) yang diverifikasi untuk ditetapkan sebagai penerima penghargaan Champion Daerah oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP-PA) R.I. Proses pemberian Penghargaan Champions daerah, sebagai hasil seleksi yang dimulai sejak minggu kedua bulan November 2018 yang melibatkan Kementerian/Lembaga Masyarakat serta media, hingga pada akhirnya ditentukan daerah yang berhak mendapatkan penghargaan dengan ketentuan/kriteria yang sudah disyaratkan.

Kriteria tersebut diantaranya; daerah memiliki regulasi dan kebijakan terkait pencegahan perkawinan anak; Memiliki program, kegiatan dan alokasi anggaran; Memiliki jaringan dan kerjasama strategis sesuai dengan kekuatan dan potensi lokal; Memiliki prestasi; Memiliki inisiatif; Memiliki perspektif gender dan hak anak; Diakui oleh lingkungan/institusinya; Memiliki inisiatif dan inovasi warga; Memiliki data; Mendapatkan pengakuan; Memiliki upaya pencegahan perkawinan anak 2 (dua) tahun terakhir; Tidak memiliki regulasi/kebijakan yang diskriminatif; dan Dibuktikan dengan foto atau video aktivitas.

Pada akhirnya KPP-PA menetapkan nama-nama penerima penghargaan berdasarkan 4 (empat) kategori yaitu; Kategori Kepala Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, Kategori Organisasi Non Pemerintah, Kategori Aktor di bawah 18 tahun dan Kategori Aktor Diatas 18 Tahun

Dari kriteria yang disyaratkan tersebut diatas Kabupaten Gunungkidul dinyatakan telah memenuhi dan memberikan sumbangsih kinerja terbaik bagi bangsa untuk melakukan upaya dalam pencegahan perkawinan usia dini.

Penghargaan diserahkan oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo, yang diwakilkan Staf Khusus Presiden Deputi V, Jaleswari kepada Badingah, di Aula Sasono Mulyo Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa, (18/12/2018) lalu yang dikemas dalam tajuk “Dialog Publik dan Gerakan Bersama Pencegahan Perkawinan Anak”.

Pada kesempatan berikutnya, Pemkab Gunungkidul kembali menyabet penghargaan berskala nasional yakni Anugerah Parahita Ekapraya (APE) 2018 Kategori Utama. Setelah sebelumnya menerima penghargaan yang sama di tahun 2016 dengan Kategori Madya. Penghargaan diberikan atas penilaian komitmen dan mengimplementasikan kesetaraan gender dan pemenuhan hak-hak anak di berbagai sektor pembangunan.

Penghargaan APE diberikan atas dukungan kesetaraan gender dan pemenuhan hak anak. Pemberian penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi pelaksana program pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dari pusat ke daerah.

”Apresiasi tersebut harus menjadi pembuktian bagi Pemerintah Gunungkidul yang telah meningkatkan partisipasi menjaga kualitas perempuan dan anak berada pada level aman, berkualitas dan mandiri,” kata Badingah.

Ditempat yang sama Kepala DP3AKBPM&D, Sujoko, menyampaikan, prestasi yang diraih tersebut merupakan bentuk kerja sama dan kerja keras seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Selain itu menurutnya yang terpenting adalah komitmen tinggi Bupati dari sisi kebijakan, implementasi, dan partisipasi masyarakat harus berjalan bersama.

“Penghargaan ini adalah perjuangan dan impian panjang yang didambakan seluruh Kabupaten/ Kota se-Indonesia, mudah-mudahan tidak luntur semangatnya periode dua tahun yg akan datang mendapatkan peringkat tertinggi yaitu Anugerah Parahita Ekapraya kategori Mentor,” kata Sujoko.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler