Pemerintahan
Refocussing Anggaran Penanganan Covid, Pemkab Akan Sebar Dana100 Miliar Langsung ke Wilayah
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali melakukan refocussing anggaran pada tahun 2021 ini. Nantinya, hasil dari pengalihan anggaran ini akan digunakan untuk penanganan covid19 di daerah. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 17 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran dalam rangka Mendukung Penanganan Pandemi Covid19 dan Dampaknya. Adapun jika pemerintah tidak melakukan kebijakan tersebut, maka Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat terancam dilakukan penundaan dalam pencairannya.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul, Saptoyo menjelaskan, tahun ini transfer DAU dari pemerintah pusat tahun ini mengalami pengurangan senilai 28,72 miliar rupiah. Pada tahun anggaran 2021 ini, Pemkab Gunungkidul mendapatkan DAU sebesar 896,7 miliar rupiah. Berdasarkan instruksi dari pemerintah pusat, dari jumlah anggaran yang diterima ini, harus ada 8 persen anggaran yang dimasukkan sebagai dana penanganan covid19. Kemudian untuk DAK juga ada penurunan yang mencapai 5,16 miliar rupiah.
Berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh Pemkab Gunungkidul, pada tahun ini, ada 99,47 miliar rupiah dana yang akan direfocusing. Jumlah tersebut diambilkan dari pengurangan dana kegiatan pemerintah baik pemberdayaan, pembangunan, maupun operasional.
“Kita masih lakukan pencermatan. Apa saja kegiatan yang terdampak refocusing. Ini juga harus memenuhi ketentuan di PMK,” kata Saptoyo, Kamis (18/03/2021).
Menurut Saptoyo, refocussing anggaran memang wajib dilaksanakan. Jika tidak, bisa jadi transfer DAU dari terancam dilakukan penundaan oleh pemerintah pusat. Pihaknya juga menyesuaikan, apakah program Bantuan Keuangan Khusus (BKK) akan menjadi obyek refocusing atau tidak. Namun demikian, Pemkab dan DPRD berkomitmen agar BKK ini tetap bisa berjalan dan tidak masuk obyek refocusing.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Gunungkidul, Drajad Ruswandono menambahkan, berbeda dari tahun sebelumnya, dana hasil refocusing ini tidak serta merta masuk ke Belanja Tidak Terduga (BTT). Akan tetapi anggaran ini akan masuk ke plot Kapanewon dan Kalurahan untuk penanganan covid19 di wilayah.
“Iya, sudah tidak masuk ke BTT lagi. Nanti akan digunakan dalam penanganan covid19 di wilayah,” ucap Drajad.
Adapun menurutnya, anggaran refocusing ini akan digunakan untuk pembuatan posko, akomodasi yang diperlukan wilayah dan beberapa jenis kegiatan lainnya. Ia memaparkan bahwa anggaran ini nantinya berbeda dengan bantuan sosial yang diserahkan kepada masyarakat terdampak.
“BTT sudah ada sendiri, untuk yang refocusing ini nanti pelaksanaannya lebih konkrit di lapangan,” tutup dia.
-
Info Ringan3 minggu yang laluResep Lamian Kuah Daging Sapi
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan2 minggu yang laluResep Soto Tangkar
-
Peristiwa1 minggu yang laluLaka Maut Dinihari, Pemotor Tewas Dihantam Pick Up
-
Uncategorized3 minggu yang laluLomba Rebahan Pertama di Indonesia Digelar di JCM, Siapkan Hadiah Rp5 Juta
-
Kriminal2 jam yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa2 minggu yang laluPeriode Maut Jalanan Gunungkidul, Ratusan Kecelakaan Puluhan Korban Meninggal Dunia
-
Uncategorized2 minggu yang laluKecelakaan Beruntun di Baleharjo Gunungkidul, Pengendara Vixion Meninggal Dunia
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPrihatinnya Kalangan Dewan, Pelaku Bunuh Diri Mulai Merambah Remaja Hingga Anak
-
Uncategorized2 hari yang laluHeboh Bola Api Berekor Panjang Melintas di Langit Gunungkidul, Warga Kaitkan dengan Pulung Gantung Jelang Bulan Suro
-
Peristiwa2 minggu yang laluLaka Maut di Semanu, Pembonceng Tewas Tersambar Truk
-
Hukum2 minggu yang laluTagih Utang Rp350 Ribu Berbuntut Panjang, Polisi Amankan 5 Orang dan 2 Sajam
