Kriminal
Butuh Alat Buat Praktek, Pelajar SMK Nggarong Piranti Internet Senilai Puluhan Juta
Playen,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kasus serangkaian pencurian perangkat internet yang terjadi di sejumlah titik di Kabupaten Gunungkidul akhirnya terbongkar. Polisi menangkap seorang pelaku pencurian yang ironisnya masih berstatus pelajar. VF (18) seorang pelajar SMK di Temanggung yang tengah menempuh Pendidikan Kerja Lapangan (PKL) di Jogja mengaku terpaksa mencuri lantaran terdesak kebutuhan piranti praktek untuk studinya. Saat ini, pelaku masih diproses oleh petugas dari Polsek Playen.
Kanit Reskrim Polsek Playen, Iptu Suryanto menerangkan, pelaku dibekuk pada Rabu (02/05/2018) silam. Penangkapan sendiri dilakukan oleh jajaran Polsek Piyungan serta warga yang memergoki ketika VF hendak beraksi di wilayah hukum Polsek Piyungan. Dalam pemeriksaan yang dilakukan, VFmengaku telah melakukan pencurian di wilayah Gunungkidul
“Kita kemudian melakukan koordinasi sehingga kemudian yang bersangkutan kita periksa,” ucap Suryanto, Minggu (06/05/2018) siang.
Ia beberkan lebih lanjut, adapun untuk proses hukum yang dilakukan kepada VF adalah terkait dengan pencurian peralatan internet di SD Gading Asri, Desa Gading, Kecamatan Playen beberapa waktu lalu. Dalam aksinya tersebut, VF berhasil menggasak piranti elektronik senilai Rp5 juta.
Dalam pemeriksaan itu pula, VF dengan gamblang mengakui pula bahwa dialah yang melakukan pencurian perangkat sinyal di sebuah tower di Padukuhan Patuk, Desa Patuk, Kecamatan Patuk.

“Pelaku menjarah piranti internet tersebut dengan kerugian bahkan mencapai Rp25 juta,” imbuh dia.
Kesimpulan sementara berdasarkan keterangan pelaku serta barang bukti yang berhasil disita oleh pihak kepolisian, motif dari pencurian ini hanyalah karena pelaku membutuhkan piranti-piranti tersebut sebagai bahan prakteknya. Pengakuan pelaku sendiri diperkuat lantaran saat ini seluruh barang bukti masih utuh dan tidak dijual oleh pelaku meski nilainya cukup besar.
“Barang curian itu akan dijadikan pelaku untuk bahan praktek membuat peralatan jaringan internet yang merupakan tugas sekolah. Seluruh barang bukti berhasil kami amankan dan sudah dititipkan ke Polsek masing-masing agar bisa segera diambil oleh para pemiliknya,” urainya.
Berkaitan dengan proses hukum, Kanit Reskrim menyatakan bahwa pihaknya akan menempuh jalur diversi. Pihaknya mengambil langkah ini lantaran status VF yang masih seorang pelajar dan atas pertimbangan lainnya.
“Kita akan selesaikan seluruh kasus yang ada ini secara diversi. Persidangan dilakukan secara berbarengan,” tutup dia.
-
Kriminal4 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa4 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial3 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Sosial7 hari yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized3 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan3 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized1 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Peristiwa4 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Uncategorized3 hari yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Peristiwa3 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Pemerintahan5 hari yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Peristiwa4 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
