Hukum
Penelusuran Kabar Gangguan Jiwa Penganiaya Bocah SMP, Begini Kata Tetangga dan Polisi
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kasus penculikan dan penganiayaan terhadap anak di bawah umur yang terjadi di Kapanewon Ponjong beberapa waktu lalu masih terus bergulir. Kasus itu pun telah dilaporkan oleh keluarga korban ke Polres Gunungkidul sejak Selasa (21/06/2022) lalu. Dalam laporannya, keluarga Tgr melaporkan Ant yang memang dalam video terlihat menjambak dan mengintimadasi korban.
Dalam perkembangannya, Ant sendiri dikabarkan memiliki kartu kuning atau kartu penderita gangguan jiwa yang menyebabkan pelaku masih berkeliaran. Riwayat kesehatan kejiwaan semacam ini sendiri memang nantinya akan menjadi salah satu acuan dalam proses hukum yang akan berjalan.
Salah seorang tetangga Ant yang enggan disebutkan namanya mengatakan, dirinya telah mendengar kabar jika Ant terlibat kasus penganiayaan terhadap seorang bocah sejak beberapa waktu lalu. Terkait dengan kartu kuning yang dimiliki oleh Ant, ia mengaku tidak tahu akan hal tersebut.
“Kurang tahu ya kalau dia ini punya kartu kuning atau tidak,” ucap dia, Minggu (26/06/2022) siang.
Sepengetahuannnya, Ant pada masa lalu sempat terlibat kecelakaan dan mengalami luka berat di bagian kepalanya. Sejak saat itu, Ant harus secara rutin meminum obat dan memeriksakan diri ke layanan kesehatan.
“Setahu saya begitu, kalau begitu mungkin bisa dibilang bukan kena gangguan jiwa. Di sini orangnya juga kurang bersosialisasi,” imbuhnya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Ponjong, AKP Tri Markisna, memaparkan, Ant tidak pernah memegang kartu kuning. Namun memang Ant sendiri merupakan pasien tetap di Poli Kesehatan Jiwa Puskesmas Ponjong I dan di Rumah Sakit swasta. Ant diketahui rutin memeriksakan diri sejak tahun 2013 lalu. Dari keterangan dokter yang ia terima, Ant menderita disorientasi mental.
“Oleh dokter dimasukkan dalam kategori penyakit jiwa F99 yang harus secara rutin menjalani pengobatan,” terang Tri.
Sebelumnya, ayah korban, Ribut Jemani meragukan jika Ant ini adalah seorang yang menderita gangguan jiwa. Menurutnya, Ant dalam kesehariannya berperilaku selayaknya orang normal dan bahkan didapuk menjadi pemimpin di sebuah paguyuban.
“Kabarnya memang punya kartu kuning, tapi dia juga jadi ketua sebuah paguyuban mana mungkin orang dengan gangguan jiwa memimpin suatu kelompok. Secara kalau orang itu bisa berinteraksi baik dengan orang lain itu bukan orang yang punya penyakit kejiwaan,” ucapnya beberapa waktu lalu.
-
Uncategorized3 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized3 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized2 minggu yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized1 minggu yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
-
Uncategorized1 minggu yang laluManajer KDKMP Sudah Ditempatkan di Gunungkidul, Beberapa Kalurahan Belum Punya Gerai
-
Sosial3 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized4 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized3 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized3 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized2 minggu yang laluSerangan Binatang Liar Ancam Ternak di Wilayah Selatan Gunungkidul, Warga Diminta Waspada
