fbpx
Connect with us

Peristiwa

Cabuli Anak Kandung, Warga Getas Dijemput Polisi

Published

on

Playen,(pidjar.com)–Entah apa yang ada di dalam benak W, laki-laki berusia 43 tahun warga Kalurahan Getas, Kapanewon Playen itu tega menodai putri kandungnya sendiri, Melati (bukan nama sebenarnya). Bocah berusia 12 tahun  tersebut menjadi korban pencabulan ayah kandungnya dalam beberapa tahun terakhir ini.

Informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa tersebut baru diketahui pada Senin (05/10/2020) siang kemarin. Saat itu, Melati tengah bermain di sekitar mushola yang tak jauh dari rumahnya, namun tiba-tiba W memanggil Melati untuk segera pulang ke rumah.

Berselang cukup lama, Melati akhirnya kembali bermain di lokasi yang sama. Namun saat itu, sejumlah warga yang tengah melakukan kerjabakti menaruh curiga, sebab memang W pernah kepergok melakukan hal tak seronoh kepada Melati.

Benar saja, warga memberikan sejumlah pertanyaan kepada Melati. Dengan nada pelan, ia kemudian menceritakan apa yang dialami selama ini kepada warga. Mendengar cerita miris itu, warga kemudian berunding dan sepakat untuk menyeret W ke kantor polisi.

Hal ini dilakukan karena warga tak ingin kejadian serupa kembali dialami oleh Melati. Pasalnya, Melati selama ini tinggal di yayasan pondok pesantren. Kemudian selama pandemi ia dipulangkan dan tinggal bersama saudaranya yang berada di satu lingkungan namun beda RT.

“Senin malam itu saya baru dengar informasi karena diminta pak RT untuk ke rumahnya untuk diajak berunding,” kata Pamong Kalurahan setempat.

Setelah itu, warga yang geram lantas mendatangi rumah W, tanpa basa basi, warga mendesak W untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Tanpa mampu berkelit, W mengakui perbuatan bejat itu. Bahkan, W mengaku telah berulang kali melakukan hubungan badan dengan Melati.

“Ngakunya saat dimintai keterangan baru satu kali,” tambahnya.

Malam itu juga, warga kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Playen. Petugas kemudian datang dan menjemput W untuk dimintai keterangan serta mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Kalau bapaknya sudah dilakukan penahanan. Kalau Melati di rumah saudaranya,” papar dia.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Playen AKP Hajar Wahyudi membenarkan kejadian ini. namun begitu, ia enggan membeberkan detail kasus yang terjadi. Hanya saja, pihaknya menegaskan bahwa saat ini proses masih berlanjut.

“Sudah laporan, tapi masih penyidikan,” singkat Hajar.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler